TeknoFlas.com – Setelah mengalami penurunan lima sesi berturut-turut, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup naik pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), akibat para pedagang menempatkan taruhan mereka menjelang laporan pekerjaan bulanan AS pada akhir pekan.

Seperti dikutip TeknoFlas dari laman ANTARA News, Kamis (3/4/2014), beberapa pihak memperkirakan emas akan bangkit setelah turun selama lima sesi berturut-turut. Menurut beberapa analis pasar, hal tersebut diakibatkan masih adanya risiko geopolitik yang tinggi dan ketegangan antara Rusia dan Barat yang masih jauh dari terselesaikan.

Harga Emas Naik Mengakhiri Penurunan Lima Sesi Berturut-turut

Namun ada juga yang meyakini bahwa pasar emas belum sepenuhnya mencerna komentar Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen pada Senin bahwa Fed akan terus merangsang ekonomi sampai tingkat pengangguran turun kuat dan banyak pekerja dipekerjakan secara permanen, bukan hanya dalam pekerjaan paruh waktu.

Sementara itu, pasar emas biasanya memperlihatkan perdagangan panik sekitar laporan resmi pekerjaan bulanan AS yang akan dirilis pada Jumat (4/4/2014).

Selain itu, pasar juga tengah menunggu apakah Bank Sentral Eropa akan menurunkan suku bunga atau memperkenalkan pembelian aset yang kuat pada pertemuannya Kamis (3/4/2014) dalam upaya untuk mencegah deflasi.

Sebagai tambahan informasi, kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni naik 10,8 dolar AS atau 0,84 persen menjadi menetap di USD 1.290,8 per ounce, lapor Xinhua. Sedangkan perak untuk pengiriman Mei naik 36,2 sen atau 1,84 persen menjadi ditutup pada USD 20,050 per ounce.