TeknoFlas.com – Tahukah Anda bahwa studi terbaru menyebutkan penderita insomnia lebih berisiko mengalami stroke?. Dalam sebuah studi terbaru terungkap bahwa partisipan penderita insomnia berisiko 54 persen lebih tinggi mengalami stroke dibanding mereka yang tak didiagnosis mengalami gangguan tidur.

Selain itu, sebagaimana dikutip TeknoFlas dari laman Kabar24, Jumat (4/4/2013), studi ini juga menemukan bahwa pada pengidap insomnia berusia 18 – 34 tahun, risiko stroke delapan kali lebih mungkin terjadi dibandingkan pada orang yang berusia di atas 34 tahun.

Penderita Insomnia Lebih Berisiko Alami Stroke

Asisten profesor di Chia Nan University of Pharmacy and Science, Ya- Wen Hsu di Taiwan sebagaimana dilansir LiveScience menyebutkan bahwa studi tersebut juga mendukung temuan sebelumnya mengenai hubungan antara insomnia dan berbagai risiko kesehatan.

Menutrut Hsu, meskipun insomnia adalah keluhan tidur yang paling umum, orang dengan insomnia harus diobati dini untuk mencegah kondisi lain.

Kabarnya, para peneliti studi mempelajari sekitar 21.438 orang dengan insomnia dan 64.314 orang sehat selama empat tahun, hingga sampai pada kesimpulan dimana penderita insomnia lebih berisiko mengalami stroke.

Memang, para peneliti sendiri belum mampu memahami bagaimana atau mengapa insomnia dapat berhubungan dengan peningkatan risiko stroke . Namun, mereka beredar spekulasi dimana gangguan tidur dapat menyebabkan peradangan, meningkatkan tekanan darah dan deregulasi metabolisme sehingga mempengaruhi kesehatan jantung.