TeknoFlas.com – Pernah mendengar Glaukoma? Glaukoma merupakan penyakit mata dimana ditandai gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta.

Penyakit Glaukoma

Penyakit ini diakibatkan oleh oleh penumpukan cairan (aqueous humor) di dalam mata yang terlalu tinggi dan kemudian menimbulkan tekanan. Glaukoma bisa menyerang siapa saja, sehingga disarankan untuk rutin memeriksakan mata di usia 35 tahun.

Dikutip dari Liputan 6, (04/07/2013), penyakit glaukoma dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Open-angle glaucoma atau wide-angle glaucoma. Ini merupakan jenis umum dari glaukoma. Struktur mata tampak normal, tapi cairan dalam mata tidak mengalir dengan baik melalui saluran mata.
  2. Angle-closure glaucoma. Disebut juga sebagai glaukoma kronis. Pada jenis ini, terjadi penumpukan cairan di dalam mata secara tiba-tiba dan kemudian menimbulkan tekanan pada mata.

Gejala Glaukoma

Tanda-tanda awal dari penyakit glaukoma, antara lain:

  1. Kepala sakit
  2. Mata merah
  3. Nyeri pada mata
  4. Penglihatan kabur. Misalnya, terdapat lingkaran cahaya pada lampu.
  5. Mual dan mutah

Penyebab Glaukoma

Penyakit glaukoma biasanya dialami oleh orang yang usianya di atas 40 tahun. Namun, saat ini, orang muda dewasa bahkan anak-anak pun dapat mengalami hal ini. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit Glaukoma:

  1. Faktor keturunan: Penyakit glaukoma cenderung diwariskan. Apabila orangtua Anda terdiagnosis menderita glaukoma, maka Anda berpeluang besar menderita penyakit ini.
  2. Penyakit diabetes: Glaukoma akan dialami oleh para diabetesi.
  3. Cedera, infeksi, dan peradangan pada mata: Apabila mata Anda mengalami cedera atau radang, segera diobati. Jika tidak, hal itu akan menyebabkan glaukoma.
  4. Penyumbatan pada pembuluh darah di mata
  5. Pernah melakukan operasi mata

Pengobatan Glaukoma

Risiko kebutaan akibat glaukoma dapat diminimalisir dengan melakukan pemeriksaan mata secara dini dan dilakukan dengan teratur. Pastikan dokter Anda mengukur tekanan intraokular mata Anda. Selain itu, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Menggunakan tetes mata khusus penderita glaukoma. Tetes ini dapat mengurangi pembentukkan cairan di depan mata dan meningkatkan arus keluarnya cairan dari dalam mata.
  2. Operasi laser. Ada 3 jenis operasi laser untuk menyembuhkan penyakit glaukoma, yaitu trabeculoplasty di mana laser digunakan untuk membuka area trabecular meshwork drainage, iridotomy di mana laser digunakan untuk membuat lubang kecil di iris supaya cairan dapat mengalir lebih deras, dan cyclophotocoagulation di mana laser berguna untuk mengurangi produksi cairan.
  3. Bedah mikro. Saluran baru dibuat pada pembedahan ini supaya cairan dalam mata dapat mengalir lebih banyak sehingga tekanan intraokular berkurang.