TeknoFlas.com – Terpilihnya Jokowi sebagai Presiden Indonesia Terpilih nampaknya berdapak positif pada segala bidang. Tidak hanya penguatan terhadap rupiah saja namun juga terjadi penguatan pada saham khusunya Indeks Syariah.

Usai dilanda aksi ambil untung dan sentimen negatif penolakan proses Pemilihan Presiden (Pilpres) dari kubu capres no 1 yakni Prabowo Subianto, bursa saham Indonesia langsung mencetak rebound. Para pelaku pasar juga semakin optimistis setelah nilai tukar rupiah ikut menguat menanggapi hasil Pilpres 2014.

Sambut Presiden Baru Indeks Syariah Menguat

Sayangnya, penguatan kali ini masih menyisakan pertanyaan pelaku pasar akan kondisi politik yang ada. Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 23 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 21,03 poin (0,42%) ke level 4.104,83. Penguatan berlanjut pada sesi pembukaan dimana IHSG menanjak 35,15 poin (0,69%) ke lebel 5.118,67.

Hingga perdagangan pukul 09.39 WIB, pemodal asing masih melakukan aksi beli saham meski dilakukan selektif. Asing mencetak nett buy sekitar Rp 67,92 miliar. Naiknya harga saham dari 223 emiten masih mempertahankan IHSG di zona merah. IHSG sempat mencetak level tertinggi 5.133,99.

Sentimen terpilihnya Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 juga membawa dua indeks saham syariah BEI melaju di zona hijau.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat ke 167,87. Hingga saat ini, indeks ISSI masih terus bergerak menguat dengan kenaikan 1,69 poin (1,02%) ke level 168,83. Kenaikan ditopang menguatnya harga saham dari 153 emiten dan 14 saham syariah mencetak koreksi.

Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,48 triliun yang berasal dari peralihan tangan 16,05 miliar efek. Lompatan juga tinggi dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat 3,9 poin ke level 696,24.

Untuk saat ini, seluruh saham bluechips syariah bergerak di zona hijau dan mencetak transaksi perdagangan sekitar Rp 3,11 triliun. Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada dalam ulasannya memperkirakan IHSG akan mencoba bertahan positif jelang sentimen yang sangat ditunggu, hasil final Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Laju IHSG masih ada potensi kenaikan melanjutkan kenaikan namun tetap waspadai aksi profit taking yang dapat menahan potensi tersebut jika hasil KPU tak sesuai ekspektasi pasar,” ujarnya. Sentimen positifi juga muncul dari pasar keuangan tanah air. Kurs Nilai tukar rupiah langsung pagi ini telah menguat 104 poin (0,9%) menjadi 11.481 per dolar AS.