TeknoFlas.com – Berkat kemajuan teknologi yang semakin berkembang akhirnya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 ini menjadi semakin mudah. Jika dibandingkan dengan pendaftaran CPNS tahun sebelumnya yang harus mempersiapkan persyaratan administrasi dengan berbagai berkas, kali ini untuk pendaftaran secara online CPNS 2014 dibuat semakin mudah yaitu hanya dengan NIK (nomor Induk Kependudukan).

Pendaftaran Online CPNS 2014 Ternyata Lebih Mudah

Tahun 2014 ini, pendaftaran CPNS bisa dilakukan secara online melalui situs resmi http://panselnas.menpan.go.id. Pendaftaran CPNS tahun 2014 ini beberapa syarat pendaftaran dikurangi dari tahun-tahun sebelumnya, calon peserta yang akan mendaftar secara online kali ini hanya membutuhkan Nomer Induk Kependudukan (NIK) saja.

Setiawan Wangsaatmaja selaku Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB mengatakan, pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait dengan proses pendaftaran seleksi CPNS yang terintegrasi. “Pemerintah berupaya mempermudah dan tidak memusingkan pelamar dengan sistem pendaftaran online,” kata Setiawan dilansir dari laman Sekretariat Kabinet.

Sementara itu, Direktur Pengolahan Data Kementerian PAN-RB Iwan Hermanto Soetjipto menuturkan urutan yang harus dilakukan pelamar jika melamar secara online. Pertama, pelamar cukup meng-entry Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, dan email. Lalu memilih instansi yang dilamar.

Setelah memasukkan syarat yang diperlukan, lanjut Iwan, pelamar akan mendapatkan username dan password untuk membuka portal pendaftaran online SSCN BKN atau portal dari masing-masing instansi. “Tidak bisa mendaftar langsung ke portal instansi masing-masing jika belum mendaftar ke portal nasional,” tegasnya.

Pada seleksi CPNS 2014 ini, pemerintah berencana akan merekrut 40.000 PNS dan 25.000 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun ini. Adapun penerimaan CPNS diperkirakan akan dilakukan pada akhir Agustus mendatang.

Berdasarkan data Kementerian PAN-RB, tahun lalu banyak formasi kosong yang ditinggalkan karena pendaftaran tidak secara online dan terintegrasi. Kekosongan ini terjadi karena para pelamar banyak yang lulus lebih dari satu instansi.