TeknoFlas.com – Pernah merasa alergi terhadap sesuatu? Alergi kebanyakan timbul pada usia anak-anak dimana kondisi tubuh memiliki respons yang berlebihan terhadap suatu zat (misalnya makanan, obat, atau bahan kimia).

Alergi Anak

Meskipun banyak terjadi pada anak-anak saja, alergi juga bisa menyerang orang dewasa. Akan tetapi, biasanya tidak semua jenis alergi yang diderita oleh anak-anak akan terbawa sampai dewasa.

Pada keadaan normal, tubuh manusia dapat melawan bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Namun, terkadang sistem kekebalan tubuh justru tidak bisa melawan serangan zat yang terbilang tidak terlalu bahaya seperti debu ataupun jamur.

Dikutip dari Meetdoctor, berbagai tanda atau gejala bisa ditimbulkan akibat alergi, dan jenisnya pun berbeda-beda. Lalu bagaimana cara Anda mengetahui jika anak Anda terkena alergi sesuatu? Beberapa penjelasan di bawah ini bisa Anda gunakan untuk melihat apakah si kecil terkena alergi atau tidak.

  • Alergi debu. Debu adalah salah satu penyebab paling umum dari suatu alergi. Debu merupakan hal yang paling sering dijumpai di mana pun dan kapa npun. Di dalam debu terdapat jutaan bakteri serta virus yang dapat menyerang anak. Debu sendiri banyak terdapat di rumah, seperti pada tempat tidur, meja, karpet, dan barang-barang. Jika anak terkena alergi debu, rajinlah untuk melap alat rumah tangga yang bisa membuat alergi si kecil kambuh.
  • Alergi makanan. Beberapa makanan seperti susu, gandum, kacang-kacangan, telur, ikan, seafood dan kerang bisa menimbukan alergi pada anak. Beberapa gejala dapat timbul akibat alergi ini seperti, muntah, gatal-gatal, sakit perut, eksim, sesak nafas, sakit perut, bahkan bisa menyebabkan kematian (jika alergi sudah parah).
  • Alergi hewan peliharaan. Alergi ini sering sekali terjadi jika Anda memelihara hewan di dalam rumah. Kucing atau anjing dan beberapa hewan lain (terutama yang berbulu) bisa menimbulkan gejala asma atau saluran pernafasan. Biasanya alergi ini dipicu oleh bulu hewan.
  • Alergi musim. Alergi ini bisa muncul jika si kecil tidak tahan terhadap cuaca dingin maupun panas. Gejala yang timbul akibat alergi ini pun hampir sama dengan yang terjadi pada alergi makanan, yang membedakan biasanya hanya pemicunya saja.
  • Sengatan serangga. Pada beberapa anak sengatan serangga pada tubuh mereka dapat menyebabkan bengkak, kemerahan atau gatal pada daerah yang digigit. Namun, pada anak yang alergi terhadap sengatan serangga, gejala yang timbul bisa lebih parah daripada itu. Akibat sengatan serangga dapat memicu reaksi lebih parah yang dikenal dengan anafilaksis. Anafilaksis bisa mengancam jiwa si kecil dan tanda-tanda yang ditimbulkan antara lain kehilangan kesadaran, sesak nafas berat, ruam kulit yang parah, mual dan muntah, serta pembengkakan saluran pernafasan yang dapat menyebabkan sulit bernafas.
  • Alergi rhinitis. Gejala yang ditimbulkan meliputi hidung meler dan gatal, mata berair, gatal, sesak nafas (seperti asma) dan bengkak.
  • Alergi obat. Beberapa jenis obat yang berfungsi untuk mengobati infeksi umumnya dapat menyebabkan reaksi alergi pada anak. Jenis obat yang dijual bebas juga dapat menimbulkan alergi. Bicaralah dengan dokter mengenai alergi obat anak sebelum dokter menuliskan resep.
  • Dermatitis atopik. Kondisi ini dapat menimbulkan eksim pada kulit si kecil yang dapat menyebabkan kulit gatal, merah, dan pengelupasan pada kulit.
  • Bahan/zat kimia. Bahan kimia yang terkandung dalam deterjen, pewangi atau parfum bisa menimbulkan ruam pada anak yang alergi terhadap bahan kimia. Pewarna, pembersih rumah tangga, dan pestisida yang digunakan menyiram tanaman atau rumput di rumah juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa anak.

Jika alergi sudah semakin parah, disarankan Anda segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk menghentikan efek dari alergi tersebut. Jangan sampai lengah dan mengabaikan tanda atau gejala yang ditimbulkan akibat alergi walaupun sekecil apa pun gejalanya.