TeknoFlas.com – Baru-baru ini setelah Karen Agustiawan mengundurkan diri dari jabatannya maka munculah teka-teki siapakah yang akan menjadi pengganti Karen Agustiawan sebagai direktur utama di pertamina. Dalam hal ini wakil ketua umum Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia angkat suara.

“Maunya ya pengusaha lah yang menjadi dirut (direktur utama) di Pertamina. Kandidat dari Kadin banyak stok” ungkap Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, M Natsir Mansyur di Jakarta (Rabu, 20/8/2014).

Siapakah Pengganti Karen Agustiawan Inilah Jawabannya

Menurutnya jika dirut ini ditunjuk dari pengusaha, maka diharapkan kinerja bisnis perushaaan menjadi lebih baik sehingga tidak terus menerus mengalami kerugian. “Supaya semangat bisnisnya lebih terarah. Banyak pengusaha yang bisa bekerja secara profesional. Pengusaha kan bisa mengelola perusahaannya secara lebih baik, lebih efisien” tambahnya.

Selain itu Natsir juga mengungkapkan untuk mengisi posisi dirut nantinya harus membuka kesempatan pada setiap golongan baik dari kalangan profesional, pengusaha atau politisi. Namun dengan syarat pemilihannya berlangsung secara adil. “Pemilihan dirut harus lebih profesional, harus kompetitif bagi dari profesional, pengusaha dan politisi, diberikan kesempatan. Asal fairness, karena pertamina ini kan korparasi strategis” tegas Natsir.

Bahkan Natsir menyatakan tidak perlu ada pengganti sementara berupa jabatan pelaksana tugas (Plt) yang rencananya dengan menunjuk salah satu direktur. Natsir menilai lebih baik langsung ditunjuk dirut tetap untuk menggantikan Karen. “Tidak perlu pakai Plt sementara, langsung saja pilih dirutnya melalui RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Tapi jauh-jauh hari Kementerian BUMN harus melakukan seleksi secara adil. Sama saja kok” sarannya.

Selain itu menurut Natsir untuk menunjuk pengganti Karen tidak perlu menunggu pergantian pemerintah, karena lebih cepat ada penggantinya akan lebih baik. Menurut Natsir sistemnya sudah jalan dan lembaga pengawasan juga sudah ada. “Di Indonesia ini jangan apa-apa tunggu presiden, tidak baik juga seperti itu. Yang penting RUPS sudah tentukan. Pertamina kan sudah masuk perusahaan bergengsi, jadi tidak perlu lagi tunggu presiden nanti jatuhnya ke politik lagi” pungkasnya.