FB like Berujung pemecatan
Sebuah kejadian yang cukup unik terjadi di Amerika Serikat, dimana gara-gara memberikan like serta komentar di FB Dua orang karyawan yang berprofesi sebagai pramusaji dan Koki di Conecticut harus rela dirumahkan. Akan tetapi National Labor Relations Board (NLRB ) memutuskan bahwa postingan di FB dan juga memberikan jempol tidak bisa dijadikan dasar untuk melakukan PHK karyawan.

Sebenarnya kejadian ini sudah sejak tigah tahun yang lalu, dimana pada waktu itu salah satu mantan karyawan Watertown Triple Play Sports Bar and Grille memberitahukan bahwa bar tersebut berhutang pajak ia juga melakukan kecaman terhadap pemiliknya di akun FB.

Kemudian, satu chef di bar tersebut, Vincent Spinella ikut andil dengan memberikan jempol tanpa memberikan komentar. Satu karyawan lain yang berprofesi sebagai pelayan, Jillian Sanzone, memberi komentar yang tak kalah negatif, akibat insiden like dan komentar itu, keduanya kemudian dirumahkan.
NLRB menilai jika keduanya wajib diperkerjakan kembali. Pasalnya, tempat dimana mereka bekerja membatasi pegawainya dalam kebijakan internet dan blogging dari diskusi yang tidak pantas tentang perusahaan, manajemen, dan atau rekan kerja.

“Meski kami tidak membenarkan perilakunya, namun apa yang mereka diskusikan dilindungi,” kata pihak NLRB.

Belum ada keterangan lebih lanjut apakah pemilik perusahaan bakal ajukan banding. Dari kasus ini bisa diambil kesimpulan bila Fb bisa jadi dinding keluhan pekerja ketika memprotes kondisi mereka.

Jika memang berkomentar atau status, ada baiknya difikir dua kali sebelum memutuskan publish. Ingat apa yang terjadi dengan Florance Sihombing. Meski telah bebas, namanya akan dikenal selama oleh mereka yang merasa direndahkan.