TeknoFlas.com – Kejadian yang tak biasa terjadi di daerah Ngawi, Jawa Timur. Ada seorang seniman bernama Bagus Kodok Ibnu Sukodok yang akan menggelar pernikahannya dengan seorang makhluk halus atau peri. Kisah pria berusia 63 tahun warga Jawa Tengah ini bukanlah dongeng belaka. Ini benar-benar terjadi, Bagus Kodok menikahi Peri Roro Setyowati, makhluk halus penunggu hutan atau Alas Ketonggo di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Prosesi pernikahan antara mempelai laki-laki Bagus Kodok Ibnu Sukodok alias Bagus Sukodok alias Eko dengan makhluk gaib, Peri Roro Setyowati berjalan lancar dan khikmad.

Kodok Ibnu Sukodok Pria Yang Menikahi Peri di Ngawi
Prosesi pernikahan dijalankan seperti layaknya pernikahan biasa, hanya saja pengantin perempuannya yang merupakan makhluk halus itu tidak terlihat. Pernikahan antara keduanya merupakan suatu adat Jawa yang disebut sebagai sebuah ‘karya seni’. Upacara pernikahan ini dihadiri oleh para seniman, masyarakat dan undangan lain.

Pernikahan unik tersebut akan digelar di halaman rumah Bramantyo. Acara sontak saja mendapat perhatian dari masyarakat bahkan di luar Ngawi. Karena pernikahan langka tersebut baru sekarang etrjadi dan dirayakan. Sehingga warga juga dapat menyaksikan prosesi pernikahan, meskipun tidak dapat melihat sang mempelai wanita.

Meski banyak yang tidak bisa melihat mempelai wanita, Bramantyo mengatakan, perkawinan ini bukan mengada-ada atau hanya mencari sensasi. Pernikahan dua makhluk beda alam ini adalah sebuah peristiwa sakral.

Namun, tidak semua warga yang datang menyaksikan pernikahan ini, setuju dengan pernikahan antara manusia dan makhluk halus.

“Orang hidup ada panutannya, tapi ini juga ada pernikahan antara manusia dan makhluk, nanti bagimana jika banyak meniru seperti ini, hidup pasti berbelok-belok. Sedangkan manusia diciptakan secara berpasangan dari jenis yang sama,” kata Anto warga Desa Banyubiru Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, usai menyaksikan pernikahan itu.

Menurut Anto, ini adalah hal yang tidak lazim. “Menurut saya ini adalah penyimpangan perilaku, karena 99 persen manusia tidak seperti itu. Semua ada batasannya, manusia ada batasannya. Meskipun seorang seniman sekalipun tetap ada batasannya,” tambah Anto.

Pernikahan antara Bagus Kodok dan juga Peri Roro Setyowati berlangsung sangat penuh dengan mistis. Acara tersebut dihadiri warga sekitar, pejabat desa dan para seniman. Bagi warga yang ingin datang juga tidak dihalangi, dan dapat ikut mengikuti proses pernikahan.