TeknoFlas.com – Satu lagi TKI yang harus kehilangan nyawa di negeri orang. Sumarti Ningsih, wanita berusia 23 tahun asal Cilacap ini harus mengalami kematian tragis di Hong Kong. Sumarti dibunuh dengan cara mengenaskan dengan kondisi telanjang dan leher hampir putus.

Sebelum kematiannya, Sumarti sudah berencana pulang ke kampung halamannya pada tanggal 2 November 2014 lalu. Namun naas, maut sudah menjemputnya. Tentu saja kabar ini sangat membuat keluarga yang ditinggalkan sangat terpukul.

Foto Sumarti Ningsih
“Saya terkejut sekali memang, dan saya diminta tabah. Dari agen bilangnya kalau anak saya meninggal sudah dibungkus,” kata Ahmad Kaliman (58), ayah Sumarti di kediamannya di Grumbul Banaran RT 2 RW 5 Desa Gandrungmangu Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (3/11/2014).

Keluarga mendapat kabar dari polisi yang datang pada hari senin sekitar pukl 17.00 WIB. Setelah itu juga datang kabar dari agen yang memberangkatkan Sumarti ke Hong Kong. terakhir kali berkomunikasi dengan Sumarti pada 15 Oktober 2014. Ibu satu anak itu mengabarkan akan pulang ke Indonesia pada 2 November 2014, karena visa turisnya sudah habis.

Sumarti meninggal dengan meninggalkan satu orang anak. Anak ketiga dari pasangan Kaliman dan Suratmi ini selama berhari – hari tidak bisa dihubungi sebelum ada kabar kematiannya. Ayah korban mengaku sempat mendapatkan firasat, namun ia abaikan. “Sabtu malam saya mimpi lihat pesawat di depan rumah, di jendela pesawat kok saya melihat anak saya itu. Mungkin itu pas kejadian anak saya meninggal,” ujar dia menduga-duga.

Pembunuh Sumarti diketahui merupakan seorang Bankir dari Bank of America Merril Lynch, Rurik George Caton Jutting. Ia merupakan lulusan Cambridge University dan dicokok polisi pada pagi Sabtu pagi hari, setelah tubuh dari dua perempuan ditemukan oleh polisi. Tubuh tak bernyawa, yang salah satunya adalah Sumarti, ada di lantai 31 sebuah apartemen.

Korban-korban Jutting mulai diketahui pada Sabtu (1/11) dini hari di Apartemen tempat Jutting, yakni di Distrik Wan Chai, Hong Kong, pukul 03.45 WIB. Polisi menemukan dua mayat perempuan. Mayat pertama diperkirakan berumur 25 tahun dari Indonesia, dan mayat kedua diperkirakan berumur 30 tahun dari Filipina.

Polisi setempat menyatakan mayat Sumarti Ningsih ditemukan telanjang. dengan kepala nyaris terpenggal, dan ada di dalam koper yang ada di balkon. Diperkirakan, perempuan malang itu sudah menjadi mayat selama lima hari.

Kejadian ini tentu saja semakin menambah deret korban TKI di negeri asing. Telah banyak kejadian yang menimpa TKI, baik itu pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, dan berbagai perlakuan tidak menyenangkan lainnya.