Beberapa tahun lalu, Lia Eden sempat menghebohkan masyarakat Indonesia kala mengaku sebagai rasul. Kini wanita pemimpin sekte aliran sesat itu kembali bikin heboh. Dia mengirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) untuk meminta izin pendaratan UFO milik Malaikat Jibril di kawasan Monas. Kendaraan ‘alien’ itu akan dipakai untuk pengangkatan dia dan para pengikutnya ke surga.

Lalu, mengapa aliran sesat Lia Eden dan penganutnya masih terus eksis hingga sekarang? Menurut Musni Umar, Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah, sekte Lia terus bertahan karena sebagian besar masyarakat Indonesia masih mempercayai fenomena dunia mistis.

lia eden
Lia Eden dan pengikutnya (doc/tribunnews.com)

“Aliran sesat seperti sekte Lia Eden itu bisa bertahan dan berkembang karena masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak bisa lepas dari kepercayaan terhadap dunia mistis. Apalagi mistis merupakan bagian warisan masa lalu bangsa ini,” jawab Musni saat ditanyai wartawan, Jakarta, Jumat (29/5) siang.

Musni mengatakan, dunia mistis memang sulit dihilangkan dari masyarakat Indonesia. Contoh, saat seseorang mendapat masalah besar maka orang pintar atau dukun menjadi pelarian terbaik. Itulah salah satu contoh yang membuat masyarakat masih sulit membedakan mana aliran sesat dan agama seutuhnya. (Baca: 5 Fakta ‘Edan’ Lia Eden Yang Mengundang Tawa)

Aliran sesat Lia Eden, menurut Musni, bisa terus eksis hingga sekarang karena tak ada orang lain yang mau mengoreksi ajarannya. Padahal itu sangat penting untuk meredam keresahan ditengah masyarakat, apalagi alirannya dianggap sudah menyimpang dan mengarah ke penistaan agama.

“Tak ada yang mau mengoreksi semua ucapan Lia. Apalagi dia sudah pernah dibawa ke jalur hukum, tetapi memang sulit menghentikan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal berbau mistis,” terang Musni.

“Sebenarnya aliran sesat ini bisa diredam, kan ada MUI dan sejumlah ormas, ada juga fatwa untuk mengatasinya. Namun memang ada banyak kasus yang berkaitan dengan aliran berbau mistis sulit dibendung, jadi tindakan apapun dirasa tak efektif,” tambahnya.

Oleh karena itu, semua elemen masyarakat harus memperkuat diri dari segala macam tindakan yang dapat melemahkan iman, termasuk lewat jalur pendidikan. Masyarakat harus mengetahui aliran kepercayaan apa saja yang diakui oleh pemerintah dan mana yang bukan.

“Itulah pentingnya pendidikan agama sejak dini, peran keluarga juga sangat berpengaruh,” ucapnya.