Kasus ibu bunuh anak kandung yang dilakukan Lisma (53) terhadap anak bungsunya, Eman Wijaya (12), ternyata meninggalkan kisah tragis. Korban yang tengah sekarat sempat mengingatkan sang ibu agar cepat sadar.

Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, Lisma membacok anak kandungnya itu secara spontan. Bacokan parang mengenai kepala belakang lalu ke leher, korban pun langsung jatuh di hadapan pelaku.

foto pembunuhan tragis
Ilustrasi gambar ibu bunuh anak kandung (doc/merdeka.com)

Korban sempat bertanya kepada sang ibu, kenapa tega membacoknya. Ucapan korban yang sedang menahan rasa sakit sepertinya tidak dipedulikan pelaku, bahkan bacokan parang kembali berlabuh ke bagian bahu berkali-kali. Saat itu korban tengah mengamuk hingga tak sadarkan diri.

Setelah tubuh Eman tak lagi ada tanda-tanda kehidupan, Lisma duduk di sampingnya dengan posisi badan membelakangi.

Tak lama kemudian, mulut eman kembali mengeluarkan ucapan. Dengan suara lemas karena sekarat, ia meminta ibunya agar cepat sadar atas perbuatan kejamnya. Pelaku tidak berbuat apa-apa karena merasa syok dengan peristiwa naas yang baru terjadi.

“Pelaku mengatakan bahwa anaknya sempat sadarkan diri usai dibacok, sekarat begitu. Tapi itu tak berlangsung lama dan meninggal dunia,” ucap Kapolres Muara Enim kepada rekan-rekan wartawan, Senin (1/6).

Tak lama setelah kejadian, warga sekitar mendatangi rumah Lisma. Mereka kaget melihat Eman yang sudah tergeletak di lantai dan darah melapisi sekujur tubuhnya, sedangkan pelaku duduk terdiam membelakangi mayat anaknya itu. Warga pun langsung melapor polisi untuk mengamankan pelaku.

“Saat dimintai keterangan, pelaku tampak syok tetapi masih bisa jawab pertanyaan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Lisma menghabisi nyawa anak kandungnya yang berusia 12 tahun, Eman Wijaya secara membabi buta. Korban tewas di lokasi kejadian usai sejumlah luka bacokan berlabuh di area bahu, leher dan kepala belakang. Pelaku akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian beberapa jam kemudian usai menerima laporan dari warga sekitar kejadian. Barang bukti berupa sebilah parang berlumur darah turut pula dibawa ke kantor polisi.

Kejadian memilukan itu bermula saat Eman – si bungsu dari empat bersaudara – pulang ke rumah usai bermain dengan teman-temannya. Karena perutnya sudah keroncongan, dia pun pergi ke dapur rumah untuk makan. Tetapi selera makannya sontak hilang saat melihat lauk hanya tahu goreng dan tumis kangkung. Ia meminta sang ibu memasak lauk yang lebih enak. (Baca: Selain Kangkung, Ini Alasan Lisma Bunuh Anak Bungsunya)

Sayangnya, permintaan itu tidak dituruti dan Eman pun menangis lalu berteriak sekencang-kencangnya. Melihat sikap bandel anaknya itu, Lisma naik darah dan langsung membacok korban hingga tewas dengan menggunakan parang tajam yang ada di dapur.