Pemain Fiorentina, Nenad Tomovic, merasa dirinya pantas diberikan kesempatan bermain di starting eleven timnas Serbia, meski harus bersaing dengan kompetisi ketat di posisi fullback.

Sejauh ini, pemain berusia 27 tahun itu sudah mengoleksi 17 caps bersama timnas, tetapi ia jarang mendapat kesempatan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dikarenakan ketatnya persaingan di pos bek kanan.

Nenad Tomovic
Nenad Tomovic Di Fiorentina (doc/goal.com)

Bek ini baru saja menyudahi musim gemilang bersama La Viola – Julukan Fiorentina – dan ia pun yakin dengan performa konsisten di atas lapangan mampu mencuri perhatian pelatih Serbia, Radovan Curcic.

“Peluang bermain di laga versus Azerbaijan? Ya, saya sangat mengharapkannya. Saya sudah tampil tiga tahun secara konsisten di Fiorentina. Jadi, cukup pantas mendapat satu tempat di tim utama,” ucap Tomovic kepada surat kabar Serbia, Zurnal.

“Tapi sepertinya saya kurang beruntung karena banyak pemain hebat di posisiku, seperti Dusan Basta (Lazio) dan Branislav Ivanovic (Chelsea). Mereka bermain hebat di klub masing-masing.

“Namun saya harap diberi kesempatan tampil di skuat utama. Saya janji tak akan tampil mengecewakan,” tutupnya.

Di Musim 2014/15, Tomovic tampil berseragam ungu sebanyak 36 laga di semua kompetisi. Penampilannya di atas lapangan berhasil menyingkirkan Micah Richards yang dipinjam dari Manchester City.

Sebelum merantau ke Italia, Tomovic merupakan pemain andalan Red Star Belgrade dan memainkan semua laga di paruh kedua Superliga Serbia di musim 2007/08. Dia pun dihadiahi kontrak 5 tahun, tetapi tak bertahan lama usai Genoa menebusnya dengan mahar €3.5 juta pada 13 Juli 2009.

Pada 3 Januari 2011, Lecce akhirnya resmi meminjamnya selama semusim penuh. Usai tampil memuaskan, pihak klub setuju untuk meminjamnya sekali lagi untuk musim 2011/2012. Penampilan gemilang di lini belakang membuat direktur teknik Fiorentina menaruh hati padanya.

Pada musim 2012/13, dia mendarat di Firenze markas Fiorentina dengan status kepemilikan bersama. Penampilan reguler di bek tengah dan kanan membuat pihak manajemen setuju menebus sisa kepemilikan dari Genoa.

Kini ia sudah melewati tiga musim bersama ‘Si Ungu’ dan berhasil membawa timnya mengamankan posisi ke-4 klasemen Seri A selama tiga kali beruntun serta menembus semifinal Liga Eropa dan Coppa Italia 2014/15.