Polisi akhirnya resmi menetapkan Agustae Hamdai sebagai tersangka pembunuh Angeline (8) di Kota Denpasar, Bali. Siapakah Agus? Bagaimana silsilah keluarganya? Berdasarkan informasi yang terperoleh, keluarga tersangka tinggal di sebuah desa bernama Rambangaru yang letaknya di Kecamatan Haharu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jefri Supusepa selaku camat Haharu mengaku sudah menemui pihak keluarga Agus. “Kami sudah mengadakan pertemuan dengan keluarganya. Tersangka berasal dari keluarga kecil yang berprofesi sebagai petani,” ucapnya saat dihubungi wartawan via sambungan pesawat telepon, Jumat (12/6).

tersangka pembunuh angeline
Agustae Hamdai jadi tersangka pembunuh Angeline (doc/tempo.co)

Kepolisian Resor Denpasar Kota telah menetapkan Agustae Hamdai sebagai tersangka pembunuh Angeline, siswa cantik kelas II SD yang sudah dilaporkan hilang sejak tiga pekan lalu. Menurut penuturan Jefri, tersangka punya sepuluh saudara dan tinggal bersama ibunya, sementara sang ayah telah lama meninggal.

Jefri menambahkan, sudah setahun lalu Agus pergi meninggalkan kampung halaman untuk pelesir ke Kota Denpasar, Bali. Dia pergi bersama tetangga di kampungnya yang menetap di Denpasar.

Usai menginjakkan kaki di Ibukota Bali, Agus tak mau pulang kampung dan memilih menetap untuk bekerja. “Jadi, selama setahun ada di Bali, pihak keluarga tak tahu pekerjaan dia yang sebenarnya,” ucap Jefri.

Pihak keluarga sebenarnya tak mengetahui bila Agus terlibat kasus pembunuhan. Semua baru diketahui langsung lewat ucapan Jefri yang datang menemui mereka. “Kami datang ke sana untuk memberitahukan status Agus agar mereka tidak panik,” ucapnya.

Lalu, sudah tepatkah pihak kepolisian menetapkan Agus sebagai tersangka pembunuh Angeline?

Siti Sapurah, Anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar menduga ada pihak lain yang ikut terlibat dalam kasus pembunuhan ini. “Kami menaruh curiga pada Agus, dia hanya pasang badan saja,” ucapnya.

Hal ini diperkuat dengan keanehan penemuan tali di samping jenazah Angeline yang tak lain merupakan tali gorden yang terpasang di kamar sang ibu angkat, Margriet Christina Megawe.

Peristiwa kematian Angeline mendadak curi perhatian publik sejak dinyatakan hilang pada 16 Mei 2015. Dia akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa yang terkubur di pekarang rumah si ibu angkat. Jenazah korban dibalut kain seprei dimana polisi juga menemukan boneka dan tali. Sementara ini, Agustae Hamdai sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Angeline.