Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU tergolong layak terbang, namun tidak menutup kemungkinan bernasib naas yakni mengalami kecelakaan. Berdasarkan lansiran Teknoflas.com dari laman Liputan6, Selasa (30/6/2015), tipe pesawat ini pernah mengalami lima kali kecelakaan mengenaskan.

foto terbaru pesawat hercules jatuh di medan
Foto terbaru pesawat hercules jatuh di medan (doc/kompas.com)

20 November 1985

Pesawat Hercules C-130 H-MP TNI AU mengalami kecelakaan fatal pada 20 November 1985 setelah menabrak dinding pegunungan Sibayak yang terletak di Medan, Sumatera Utara. Pesawat naas dengan nomor registrasi A-1322, mengangkut 10 kru dan tak ada satupun yang selamat.

5 Oktober 1991

Kecelakaan naas pesawat Hercules C-130 milik TNI-AU kembali terjadi enam tahun kemudian, tepatnya di kawasan Condet, Jakarta Timur. Pesawat saat itu membawa 121 anggota Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU yang baru saja mengikuti upacara peringatan hari ABRI yang berlangsung di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Selain merenggut nyawa anggota Paskhas, para korban juga terdiri atas 12 kru pesawat dan 2 orang satpam dari Balai Latihan Kerja Departemen Tenaga Kerja. Total ada 135 orang yang menjadi korban kecelakaan pesawat.

11 Mei 2009

Pesawat Hercules C-130 mengalami lepas ban saat mendarat di Bandara Wamena, Papua. Roda ban pesawat yang lepas itu menghantam seorang warga. Menurut keterangan saksi mata, pesawat tergelincir karena ban belakang pecah.

20 Mei 2009

Selang beberapa hari kemudian, Pesawat Hercules C-130 dengan nomor registrasi A-13125 jatuh di Desa Geplak Magetan, Jawa Timur. Pesawat yang membawa 120 orang jatuh menabrak 2 rumah hingga akhirnya ludes terbakar hebat. Berdasarkan laporan, ada 101 orang yang dinyatakan tewas, namun 11 orang diselamatkan dalam keadaan luka parah.

30 Juni 2015

Peristiwa pesawat Hercules jatuh di Medan memakan puluhan korban jiwa. Selain kru pesawat, sejumlah warga sipil yang berada di sekitar kawasan Jalan Jamin Ginting ikut menjadi korban.

Hingga kini penyebab pastinya belum diketahui, tetapi menurut keterangan Letkol Sutrisno, Kapentak Lanud Abdulrachman Saleh Malang, pesawat dengan surat perintah terbang SPT/1171/VI/2015 itu layak mengudara. Sebelumnya, pesawat itu menempuh perjalanan dari Malang menuju Medan pada Senin 29 Juni 2015 dan rencananya akan kembali ke Malang pada 2 Juli 2015.