Seperti apa sih pembalut yang aman menurut dokter dan pakar kesehatan? Pertanyaan itu hadir di benak wanita terkait temuan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terhadap 9 merek pembalut berbahaya yang mengandung zat kimia, klorin.

Penggunaan zat klorin membuat wanita Indonesia khawatir karena pembalut seringkali dipakai untuk mengatasi datang bulan atau haid. Lalu, bagaimana cara mengetahui ciri-ciri pembalut yang aman?

pembalut yang aman menurut dokter
Apa sih ciri-ciri pembalut yang aman menurut dokter? (doc/vemale.com)

Produk pembalut yang aman sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 16-6363-2000 haruslah bersih, tidak menyebabkan iritasi, tidak mengandung zat asing dan kotoran. Intinya, produk pembalut tidak menghadirkan efek yang membahayakan.

Pembalut yang aman dan sehat menurut dokter tak melepaskan serabut usai dipakai, tak berbau dan terasa lembut di kulit. Warna pembalut haruslah putih, boleh saja warna lainnya tetapi hanya sebagai identitas atau tanda yang tak bersentuhan langsung dengan kulit tubuh.

Pembalut yang aman bagi kesehatan harus bersifat netral terhadap jingga metal dan fenoltalein. Selain itu, tak ada flouresensi atau tak berflouresensi kuat yang memperlihatkan adanya kontaminasi dengan sisi yang bersentuhan langsung dengan kulit tubuh.

Pembalut yang aman menurut dokter harus memiliki daya serap yang ideal, yakni tak kurang dari 10 kali bobot pembalut tersebut, tak gampang robek dan tak gampang rembes.

Sayangnya hingga kini masih belum ada pembalut di Indonesia yang memenuhi semua spesifikasi dan klasifikasi di atas. Apalagi sejumlah produk dan merek yang ada di pasaran tanah air tak mencantumkan masa kadaluwarsa di kemasaran sebagai himbauan dan informasi bagi konsumen.

Menurut penuturan anggota pengurus harian YLKI, Ilyani S Andang, banyak konsumen yang mengeluh iritasi akibat pemakaian pembalut. Namun mereka malu untuk melontarkan komplain dan memeriksakan diri ke petugas kesehatan.

Kehadiran pembalut berbahaya di Indonesia justru mengakibatkan resiko jangka panjang yang bisa mengganggu sistem reproduksi wanita dan menyebabkan kanker. Hal itu disebabkan penggunaan klorin, padahal menurut FDA (Badan POM Amerika Serikat), pembalut harus bebas dari zat kimia.

Pada intinya, pembalut yang aman menurut dokter harus bebas dari zat kimia, kotoran, bersih, bebas iritasi, daya serap tinggi, lembut di kulit, tak berbau, tak berserabut, tak gampang robek, tak gampang rembes dan tak ada flouresensi.