Baru-baru ini masyarakat dunia dikejutkan dengan berita kebangkrutan negara Yunani karena tak bisa melunasi utang yang sudah jatuh tempo. Akibatnya, negeri para dewa tersebut dinyatakan keluar zona euro dan terpaksa memakai mata uang lama, yakni Drachma.

Ternyata, Yunani bukan satu-satunya negara di dunia yang pernah menyandang status bangkrut atau gagal melunasi utang saat jatuh tempo. Dilansir Teknoflas dari laman Merdeka, berikut ini daftar negara yang pernah mengalami nasib serupa.

Negara bangkrut gagal bayar utang (doc/debtsgo.com)
Negara bangkrut gagal bayar utang (doc/debtsgo.com)

1. Argentina

Pada November 2001 silam, utang Argentina mencapai USD 82 miliar dan mengalami kebangkrutan akibat tak bisa melunasi utang yang jumlahnya menggunung. Keadaan semakin parah saat IMF enggan memberi bantuan utama karena tak menemui kesepakatan terkait utama sebelumnya.

2. Ekuador

Negara di Amerika Selatan ini sudah dua kali mengalami kebangkrutan, yang pertama di tahun 1999 saat gagal membayar utang USD 6,6 miliar. Kebangkrutan untuk kedua kalinya kembali menghampiri pada pada tahun 2008 dengan total utang USD 3,2 miliar.

3. Jamaika

Sama seperti Ekuador, Jamaika sudah dua kali mengalami kebangkrutan. Yang pertama terjadi di tahun 2010 silam akibat efek tingginya rasio utang terhadap pendapatan negara. Kebangkrutan kedua terjadi di tahun 2013 silam, saat itu pemerintah Jamaika mengatakan ketidaksanggupan melunasi utang USD 9,1 miliar.

4. Peru

Tepat setahun sebelum Argentina mengalami kebangkrutan, Peru sudah mengalaminya. Kebangkuratan dimulai ketika Pendiri dan CEO dari Elliott Management Corporation berhasil memenangkan kasus pelunasan utang dengan harga murah saat negara di Amerika Latin ini tengah dalam krisis keuangan. Hebatnya, Peru bisa bangkit dari kebangkrutan dalam 30 hari saja.

5. Rusia

Pada bulan Agustus 1998, Rusia gagal melunasi utang yang mencapai USD 73 miliar. Kemunduran perekonomian Rusia disebabkan krises keuangan yang melanda negara-negara Asia tahun 1997.

6. Uruguay

Uruguay dilanda krisis pada bulan Mei 2003 sehingga tak sanggup melunasi utang negara yang mencapai USD 11 miliar. Besarnya jumlah utang membuat negara di Amerika Selatan itu tak bisa melunasi utang obligasi sebesar USD 5,7 miliar pada tahun 2003 dan 2004.

7. Yunani

Menyandang status negara bangkrut usai gagal melunasi utang USD 1,7 miliar yang jatuh tempo pada 30 Juni 2015 silam. Yunani sebenarnya bisa melunasi dengan memakai dana bantuan, namun pemerintah menolak. Sejauh ini, negeri para dewa ini punya tumpukan utang hingga USD 360 miliar.