Teknoflas.com – Mobil tua menyimpan daya tarik sendiri yang membuat seseorang lebih memilihnya daripada membeli mobil keluaran baru. Beberapa orang juga memilih mobil tua karena harganya yang jauh lebih terjangkau.

Namun mobil tua menyimpan resiko cukup besar, terutama dari segi perawatan agar mesin dapat terus menyala dan berjalan di atas jalan raya. Perawatan mobil tua tidak begitu ribet asalkan tahu cara bagaimana melakukannya.

Toyota Starlet Keluaran 1978-1984
Toyota Starlet Keluaran 1978-1984

Berikut ini lima cara merawat mobil tua agar bisa terus menyala dan siap dipakai kapan saja.

1. Melumasi Mesin Mobil

Mesin akan kering, kaku dan berkarat jika mobil tua tersebut sudah lama tak digunakan. Hal itu akan membuat mesin mobil tak bisa menyala. Cara untuk mengatasinya yaitu melumasi mesin. Tidak sulit kok, cukup membersihkan bagian dalam mesin dengan pembersih khusus lalu diteruskan dengan melumasi dengan oli. Lakukan aktivitas ini pada bagian ruang pembakaran.

2. Keluarkan Semua Cairan

Mobil yang tidak dipakai dalam kurun waktu lama akan membuat banyak cairan menempel di bagian mesin. Cairan tersebut biasanya adalah coolant, bahan bakar dan sejenisnya. Agar mobil bisa dihidupkan kembali dengan lancar, seluruh cairan harus dibersihkan atau dikuras tanpa tersisa satu pun. Selanjutnya adalah menggantikan dengan yang baru. Langkah ini akan membuat mobil tua terhindar dari kerusakan.

3. Sistem Kelistrikan

Silahkan mengecek sistem kelistrikan pada mobil tua. Bila ada kerusakan pada sistem ini, mobil pun urung menyala. Aki cenderung tak bisa digunakan bila mobil sudah terlalu lama didiamkan. Oleh karena itu, tak usah ragu membeli aki atau sistem kelistrikan baru agar kinerja mobil jauh lebih baik dari sebelumnya.

4. Cek kebocoran

Mobil bekas atau tua rentan terhadap kebocoran, apalagi jika tak pernah dipakai atau didiamkan terlalu lama. Oleh karena itu, coba periksa kemungkinan adanya kebocoran. Tak hanya memicu kendaraan tak bisa menyala, namun sejumlah masalah baru pun akan muncul ke permukaan.

5. Cek timing belt

Timing belt merupakan rantai atau sabuk yang menyalurkan tenaga. Seiring berjalannya waktu, timing belt akan rusak apalagi sering dipakai untuk perjalanan jarak jauh. Batas normal ketahanan timing belt sekitar 90 ribu kilometer. Luangkan waktu untuk mengeceknya, apakah masih layak atau tidak. Jika sudah tergolong tua, sebaiknya ganti dengan yang baru.