Teknoflas.com Keputusan berat telah di ambil oleh Deddy Corbuzier saat memutuskan untuk berhenti dalam dunia sulap yang telah membesarkan namanya itu. Tentu saja keputusan Deddy ini mendapat banyak komentar dari dunia publik atas dasar apa sehingga Deddy memutuskan untuk hengkang dari dunia mentalist.

 

Kemudian ayah dari satu anak ini mulai memberi jawaban lewat akun instagramnya, menurut Deddy dirinya mulai merasa kehilangan soulnya dalam dunia sulap yang selama ini ia lakukan karena cinta, namun seiring berjalannya waktu dunia sulap menjadikan pamor pria berkepala botak ini meroket tinggi hingga ada campur tangan komersil dari hobi sulap yang selama ini di cintainya.

 

 

“THE ART OF MAGIC adalah seni dan saya memulainya sejak usia 8 tahun. Ini adalah hobi yang hebat dan aku mencintainya. Tidak ada pikiran untuk cari uang dari sana, tidak ada pikiran terkenal dari sana. Ini semua murni karena CINTA. Aku cinta apa yang aku lakukan. Saat ini, dari seorang anak yang bahkan untuk membeli baju baru saja susah, saya berubah mejadi orang yang bisa memiliki hampir apapun yang saya mau. Dari mana? SULAP. Bagus bukan? Bayangkan seberapa besar saya berhutang budi pada seni tersebut. Tapi, sekarang aku sadar bahwa aku tak melakukannya karena hobi lagi. Aku melakukannya secara komersial. Saya bangga ketika dipuji masyarakat. Saya kecewa ketika banyak yang menghujat walaupun saya berusaha sebaik mungkin. Saya dibayar ratusan juta untuk sebuah pertunjukan. AKU HARUS SELALU TAMPIL SEMPURNA! Dan kata-kata ‘SENI’ mulai berubah jadi ‘BISNIS’,” tulisnya di caption foto di atas.

 

Deddy lalu menjelaskan jika dirinya sekarang ingin membayar hutang budinya pada sulap yang telah membesarkan namanya. Ia ingin mengembalikan makna sulap yang sesungguhnya dan menghapus embel-embel komersil di sana.

 

“Saat ini saya bisa hidup dengan cara lain. Aku entertainer yang baik, aku host yang baik, dan seterusnya. Dan itu semua diawali karena saya menjadi pesulap. AKU HARUS MEMBAYAR HUTANGKU PADA SENI. Aku ingin mengembalikan BISNIS ke SENI. Saat saya hanya bermain karena saya mau, karena hobi, karena CINTA pada seni-nya, bukan karena uang dan tanggapan masyarakat dan pujian masyarakat. Mungkin kalimat GOODBYE MAGIC itu salah. Lebih tepatnya, GOODBYE MAGIC BUSINESS. Kamu membuatku seperti sekarang, kini saatnya mengembalikanmu ke BENTUK ASLI DARI SENI, seperti pertama kali memulainya. Sebagai hobi dan melakukannya untuk kesenangan. SULAP adalah sebuah SENI YANG HEBAT, Sebuah SENI TERTUA DALAM SEJARAH. Biarkan aku membawamu ke tempat yang seharusnya. Berikutnya, mungkin kamu akan melihat aku melakukan sulap setiap acaraku seperti mengeluarkan keilnci putih dari topi dan mengunggahnya ke Instagram. Lebih keren bukan?” pungkas tulisan itu