Teknoflas.com – Apa penyebab Air Terjun Sedudo longsor? Banyak spekulasi yang berkembang terkait lokasi wisata air yang terletak di Desa Ngliman, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Lewat penyelidikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), longsor tidak disebabkan faktor perubahan cuaca seperti hujan ataupun angin.

“Menurut keterangan saksi mata, tebing di ketinggian 105 meter mengalami longsor oleh pohon kering yang tumbang. Para wisatawan yang tengah asyik mandi di bawah air terjun tak hanya tertimpa pohon, namun material longsor lain seperti bebatuan. Kejadian berlangsung cepat dan tak disadari,” terang Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dihadapan wartawan, Selasa (21/7) malam.

penyebab air terjun sedudo longsor
Air Terjun Sedudo (doc/merdeka.com)

“Peristiwa Air Terjun Sedudo longsor telah menyebabkan 3 orang meninggal, 7 orang menderita luka ringan dan 5 orang luka berat rawat inap di rumah sakit,” ungkap Sutopo.

Menurut pengakuan seorang petugas Koramil Sawahan, Nganjuk, yang enggan disebutkan namanya, peristiwa naas yang merenggut nyawa tiga orang itu berlangsung begitu cepat. Kejadian berlangsung di sore hari, tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB.

“Kronologi longsor terjadi dari ujung atas di sebelah kiri. Menurut keterangan saksi mata, material longsor jatuh dari arah air terjun yang berketinggian 100 meter,” ucapnya dilansir Teknoflas dari laman Liputan6.com, Selasa (21/7).

Seperti diketahui, Air Terjun Sedudo merupakan objek wisata terpopuler di Jawa Timur yang berlokasi di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Jarak tempuhnya sekitar 30 kilometer ke arah selatan dari ibukota Kabupaten Nganjuk.

Sedudo sedikit berbeda dari wisata air terjun lainnya karena berada pada ketinggian 1.438 meter dari permukaan laut dan ketinggian air terjun mencapai 105 meter. Tempat ini ramai kunjungan wisatawan karena dilengkapi sejumlah fasilitas memadai dan jalur transportasi yang mudah dilewati semua jenis kendaraan.

Air Terjun Sedudo selalu ramai kunjungan wisatawan lokal di hari liburan, puncak kepadatan pengunjung biasanya usai Hari Raya Lebaran sehingga peristiwa longsor tersebut menimbulkan korban jiwa.

Para korban longsor Air Terjun Sedudo yang meninggal dunia semuanya berjenis kelamin laki-laki, yakni: Hendra Pramono Setyawan (12), Sofyan Sahuri (26) dan Subkhan Anang Mashuro (35).