Teknoflas.com – Lorenzo Pace merupakan pesepakbola berdarah Indonesia yang menimba ilmu bersama Lazio Primavera di bawah asuhan Simone Inzaghi. Meski menikmati musim fantastis bersama akademi klub, dia pun tak mendapat tawaran kontrak profesional bersama di tim utama Lazio.

Pace, gelandang kelahiran 1995, tengah menyusun rencana masa depan untuk melanjutkan karir profesional. Dilansir Teknoflas.com dari laman Lalaziosiamonoi, berikut wawancara eksklusif dengan pemain kelahiran Bandung, Jawa Barat, tersebut.

Lorenzo Pace
Lorenzo Pace, Lulusan Lazio Primavera.

Bagaimana liburan musim panasmu?

Saya sangat menikmatinya, sekalian memikirkan karirku di dunia sepakbola. Di akhir kompetisi, Lazio tak menawari perpanjangan kontrak. Sepertinya saya kurang dipercaya bakal berguna di masa depan.

Adakah tim yang menyatakan minat padamu?

Ada dua tim Serie D yang berminat, yakni Lupa Roma dan Fondi. Ada pula tim yang sudah melakukan survey, L’Aquila Calcio. Pastinya, saya tidak ingin bermain di Serie D dan lebih memilih berkompetisi di sepakbola profesional. Minggu ini saya akan bertemu dengan agenku dan mengambil keputusan.

Bagaimana hubunganmu dengan pelatih Simone Inzaghi?

Dia lebih dari seorang pelatih dan selalu memberi banyak kesempatan bermain di atas lapangan. Dia selalu berkata padaku untuk tidak takut, dan ikut membangun serangan tim.

Selama menjalani latihan bersama tim utama, siapa yang menjadi mentormu?

Alvaro Gonzalez, dia mentor yang baik dan memberi banyak saran

Apakah pernah ngobrol dengan Pioli?

Ya, saya pernah ngobrol dengan Pioli. Dia pelatih yang hebat, ramah dan baik kepada para pemain muda. Lihat saja perlakuannya pada Cataldi. Musim lalu Pioli juga melakukan hal luar biasa bagi Lazio.

Bagaimana masa depanmu bersama timnas Indonesia?

Saya pernah dipanggil oleh timnas Indonesia, namun ada masalah. Saya butuh status kewarganegaraan ganda agar bisa terus bermain di luar negeri, tetapi tidak ada jaminan dan diwajibkan menjadi warga Indonesia. Itu bisa menjadi masalah besar di Italia, dan saya pun kurang setuju.

Bagaimana kelanjutan karirmu di masa depan?

Impianku adalah bermain di kompetisi level tertinggi, tentu saja Serie A, dan membuat tim-tim lain menyadari potensi yang kumiliki.