Teknoflas.com – Pasangan baru menikah ingin sekali memiliki sebuah rumah idaman untuk membangun keluarga kecil bahagia. Sayangnya banyak hal yang menghalangi niatan tersebut, padahal memiliki sebuah rumah bisa ditempuh dengan berbagai cara, termasuk memanfaatkan fasilitas Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dari bank.

Mendapatkan rumah dengan fasilitas KPR bukan perkara mudah dan memakan waktu cukup lama, paling tidak 15 tahun. Adakah cara mengelabuinya? Sebenarnya, semua bisa diatasi dengan komitmen dan perencanaan matang.

Beli Rumah via KPR
Beli Rumah via KPR

Sebelum mengajukan KPR, ada baiknya calon pembeli rumah melakukan survei mendalam terhadap harga pasaran dan membandingkan dengan kemampuan finansial jangka panjang. Hal ini turut dibenarkan oleh EVP Head of Retail Banking Service Commonwealth Bank, Anwar Zaenudin.

“Sebelum mengajukan KPR, buatlah persiapan dan perencanaan tepat. Pastikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial,” ucapnya.

Selain melakukan survei terhadap pasaran rumah, ada baiknya mempertimbangkan faktor lain seperti ukuran, lokasi, kondisi rumah dan banyak hal. Memilih sebuah rumah juga harus disesuaikan dengan kemampuan finansial.

Sesudah memantau dan mempertimbangkan rumah idaman, calon pembeli harus melakukan survei mendalam terhadap fasilitas penyedia produk KPR. Langkah ini agar calon pembeli mendapat gambaran jelas mengenai besaran cicilan, uang muka serta pembayaran bunga.

Sebelum memilih produk KPR, ada baiknya memperhatikan fasilitas suku bunga, manfaat layanan dan bantuan saat program berjalan, reputasi institusi penyedia KPR, biaya administrasi hingga mencari tahu adanya penalti bila pelunasan lebih awal.

Masalah utama dihadapi calon pembeli rumah yang memakai fasilitas KPR adalah uang muka atau down payment relatif besar, sekitar 20% hingga 30% dari harga rumah. Oleh karena itu, persiapan harus dilaksanakan sejak dini dengan berinvestasi atau menabung.

Bagi calon pembeli rumah dengan kisaran pendapatan Rp 5 juta – Rp 7 juta per bulan, disarankan mencoba reksadana sebagai sarana tepat untuk berinvestasi. Reksadana tergolong aman karena minim resiko dan berjangka pendek.

Reksadana jenis pasar uang merupakan produk investasi tepat untuk jangka waktu pendek, yakni antara 1-2 tahun. Jika mengincar kemapanan, tak ada salahnya memilih investasi berjangka sedang-panjang seperti reksadana pendapatan campuran atau tetap.