Air Terjun Sedudo

Kisah Mistis Di Balik Eksistensi Air Terjun Sedudo Nganjuk

Teknoflas.com – Ada banyak wisata alam di Jawa Timur yang menyimpan cerita mistis, salah satunya adalah Air Terjun Sedudo di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.

Air terjun ini tak hanya menawarkan pesona dan keindahan alam yang membuat mata terpukau, ternyata lokasi pemandian ini sering dipakai untuk mencuci benda-benda pusaka. Biasanya, para pengoleksi keris sering mengadakan acara ritual di hari-hari tertentu menurut kalender jawa, salah satunya malam satu suro.

Air Terjun Sedudo
Air Terjun Sedudo

Menurut informasi dan cerita yang dihimpun dari masyarakat sekitar, eksistensi Air Terjun Sedudo sudah terkenal sejak pemerintahan Kerajaan Majapahit. Konon air terjun yang turun merupakan bagian dari tirta suci dari khayangan.

Air Terjun Sedudo menjadi lokasi favorit bagi pemuka agama, bangsawan dan raja dari Kerajaan Majapahit untuk mengadakan upacara ritual, yakni memandikan senjata pusaka atau arca dalam upacara parna prahista. Nantinya, sisa air yang dipergunakan untuk mencuci akan dipercikan kepada keluarga supaya awet muda dan mendapat berkah.

Cerita yang berkembang luas di tengah-tengah masyarakat yang tinggal sekitar Air Terjun Sedudo perlu studi dan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kebenarannya. Ternyata mitos itu masih dipercaya oleh wisatawan yang datang ke sana bukan untuk sekedar mandi dan menikmati pemandangan alam. Wisatawan terus berdatangan mengusung harapan tinggi ingin menyembuhkan penyakit dan tampak awet muda dengan mandi di kolam Air Terjun Sedudo.

Baru-baru ini Air Terjun Sedudo longsor dan memakan korban jiwa, yakni 9 orang luka berat dan 3 orang kehilangan nyawa. Peristiwa ini pun dikaitkan dengan cerita mistis bahwa penunggu air terjun tengah murka akibat rusaknya tempat hunian. Ketiga orang yang meninggal dunia yaitu Hendra Pramana Setiawan (17), Subhan Anang Mashuro (35) dan Sofyan Sahuri (25).

Baca Juga  4 Mitos Air Terjun Sedudo Yang Masih Diyakini Warga Nganjuk

Sementara 9 orang luka berat mengalami luka di kepala dan pelipis hingga patah tangan, yakni M Hasim (20), Mohammad Rifai (29), Bagus (29), Prasetyo (15), Hafidz (20), Siti Manggison (38), Rosita (35), Galuh (27) dan Subekti (37).

Walaupun belum diketahui kebenarannya, cerita mistis dan angker terus berhembus kencang di telinga masyarakat sekitar lokasi Air Terjun Sedudo. Demi keamanan dan kenyamanan, wisatawan yang datang pun diharapkan mau mengikuti peraturan berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *