Teknoflas.com – Peristiwa kerusuhan yang terjadi di Kampung Pulo, Jakarta Timur pada Kamis 21 Agustus 2015, diwarnai beragam kabar, termasuk kesan misterius dari makam tua keramat yang dilindungi oleh masyarakat setempat.

Menurut rumor yang beredar di tengah masyarakat, makam tua keramat dihuni jasad KH Kosim bin Haji Tohir. Makam itu berada di area yang terkena jangkauan program normalisasi kali Ciliwung.

Makam keramat KH Kosim
Makam keramat KH Kosim (doc/okezone.com)

Kabarnya, makam KH Kosim bakal ikut kena gusuran. Akan tetapi pemerintah Kota Jakarta sudah membantah dan memastikan makam tetap berdiri aman.

Lalu, siapakah KH Kosim bin Haji Tohir? Menurut penuturan warga Kampung Pulo, KH Kosim merupakan seorang pemuka agama besar yang disebut juga sebagai salah satu penduduk pertama yang mendiami wilayah Kampung Pulo. Oleh karena itu, makam tersebut sangat dihormati oleh warga sekitar.

“Bisa dikatakan bahwa dia orang pertama yang ada di Kampung Pulo, apalagi orang Betawi asli,” ucap seorang warga Kampung Pulo bernama Rudi dilansir Teknoflas.com dari laman JPNN, Jumat malam, 21 Agustus 2015.

Makam KH Kosim bin Haji Tohir terletak di sebuah bangunan sederhana, tepat di pinggiran Kampung Pulo yakni wilayah RT 09 RT RW 02 dan cuma sekitar 30 meter dari bibir kali Ciliwung. Akibat lokasinya di sekitar bangunan berhimpitan rumah penduduk, bagi pengunjung yang ingin mendatangi makam harus berjalan melewati gang-gang sempit.

KH Kosim bin Haji Tohir lahir pada tahun 1857, beliau pun wafat pada tahun 1947 di wilayah Kampung Pulo. Kondisi makam masih terawat baik walaupun banyak cat tembok yang sudah terkelupas.

“Beliau orang alim, oleh karena itu masih dirawat oleh orang-orang sekitar sini,” ungkap Rudi.

Menurut pengakuan Rudi, makam itu kerap didatangi peziarah pada malam-malam tertentu. Peziarah bukan hanya masyarakat Kampung Pulo, namun berdatangan dari berbagai wilayah di sekitar Jakarta.

Meskipun demikian, warga setempat ternyata tak tahu banyak seputar KH Kosim bin Haji Tohir semasa hidupnya. Selain sudah meninggal dunia 68 tahun silam, saat ini tak ada lagi keturunan sang pemuka agama yang tinggal di Kampung Pulo.