Teknoflas.com – Cerita misteri tentang jenglot selalu menarik perhatian publik. Bagaimana asal-usul kehadiran mahluk mistis ini? Yuk kita ungkap bersama!

Berdasarkan hasil penelusuran via internet, jenglot biasanya ditemukan oleh masyarakat di sejumlah wilayah nusantara seperti Pulau Jawa, Kalimantan dan Bali. Menurut cerita yang beredar di telinga masyarakat, jenglot memakan darah manusia dan memiliki kekuatan mistis. Sebagian masyarakat Indonesia mempercayai jenglot sebagai mahluk berkekuatan mistis yang bisa mengundang bencana hebat.

Misteri asal-usul jenglot
Misteri asal-usul jenglot

Wikipedia Indonesia menuliskan bahwa jenglot hidup dan tinggal di hutan belantara dengan banyak pohon raksasa sebagai tempat persembunyiannya. Ukuran tubuh yang kecil membuat jenglot berjalan lambat. Mereka hanya keluar pada malam hari sewaktu binatang buas dan manusia sedang terlelap.

Sejumlah mitos jenglot menyebutkan bahwa mahluk mini ini memiliki kekuatan mistis. Karena diliputi rasa penasaran, Tim Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, pernah meneliti tubuh jenglot pada beberapa tahun silam dan secara medis bukan dikategorikan sebagai mahluk hidup.

Peneliti di RSCM memakai foto sinar Rontgen dan tak menemukan satupun unsur tulang di tubuh jenglot. Penelitian juga mengungkap fakta mengejutkan yaitu DNA lapisan kulit jenglot ternyata sangat mirip dengan manusia.

Sejumlah literatur juga menyebutkan bahwa jenglot awalnya diperoleh saat sejumlah paranormal melakukan tirakat di Wlingi, Jawa Timur, pada tahun 1972 silam. Mereka menemukan jenglot berjenis kelamin laki-laki yang diyakini bisa mengamankan sang pemilik dari segala macam bahaya.

Sejumlah pendapat menyakini jenglot sebagai perwujudan seorang petapa ribuan tahun lalu yang sedang mempelajari ilmu Bethara Karang atau ilmu keabadian, artinya setiap orang yang mempejalari ilmu tersebut dipercaya bakal hidup abadi di dunia.

Ilmu tersebut membuat sang petapa lupa diri sehingga tubuhnya mulai menyusut dan mengecil. Lalu tumbuhlah empat taring yang memanjang dan tak sebanding dengan lebar mulutnya.

Akibat kutukan tersebut, jasad petapa tidak diterima bumi sedangkan roh tidak diterima akhirat. Roh petapa akhirnya terjebak dalam jasad berukuran kecil itu. Sebenarnya jenglot bukan mahluk hidup, namun sang pemilik yang memeliharanya harus rajin memberi makan.

Jenglot konon hanya mengonsumsi darah manusia, terutama golongan O dan AB. Selain itu, minyak wangi juga menjadi salah satu makanan favorit.