Teknoflas.com – Penembakan jurnalis AS di Virginia mengejutkan dunia. Mengapa itu bisa terjadi? Bagaimana kronologis kejadian? Apa alasan dan motif si pelaku? Seperti diketahui dua jurnalis WDBJ7, yakni reporter Alison Parker dan juru kamera Adam Ward, ditembak mati oleh Vester Flanagan pada Rabu pagi, 26 Agustus 2015.

Berdasarkan hasil penyelidikan, motif dan alasan penembakan jurnalis AS lebih mengarah pada masalah pribadi Flanagan yang mengaku dendam terhadap dua orang jurnalis di stasiun televisi lokal WDBJ7 usai dipecat dua tahun lalu.

2 korban penembakan jurnalis AS (doc/detik.com)
2 korban penembakan jurnalis AS (doc/detik.com)

Setelah puas menghabisi Parker dan Ward, maka Flanagan mengungkap alasan dibalik tindakan brutal via akun twitter pribadinya dan turut mengunggah video penembakan jurnalis. Pria berusia 41 tahun itu menyebut Parker sebagai sosok rasial yang sering mengeluarkan komentar negatif tentang dirinya.

Dia pernah menggugat Parker kepada pihak perusahaan, akan tetapi stasiun televisi lokal itu malah mempekerjakan reporter cantik berusia 24 tahun. Hal paling menyakitkan, pihak TV malah memecat Flanagan.

Sementara itu, tak diketahui pasti alasan Flanagan menembak mati Ward, namun dia mengaku pernah satu kali bekerja sama dengan si juru kamera itu. Ward sendiri dilaporkan pernah mengajukan keberatan tentang penugasan Flanagan kepada manajer HRD.

Penembakan jurnalis AS yang dilakukan oleh Vester Flanagan juga dipicu oleh rasa ketidakadilan saat masih bekerja di stasiun TV lokal, WDBJ7. Ia mengaku pernah menjadi bahan olok-olok dan korban pelecehan seksual di kantor. Beberapa rekannya sempat menyebutnya pria gay kulit hitam.

pelaku penembakan jurnalis AS (doc/okezone.com)
pelaku penembakan jurnalis AS (doc/okezone.com)

Selain memperoleh pengalaman kerja tak menyenangkan di WDBJ7, Flanagan juga mendapat perlakuan rasis di tempat bekerjanya dulu yakni stasiun televisi WTWC. Seorang produser bahkan menyebut Flanagan seperti monyet dan menganggap orang-orang kulit hitam pemalas.

Parker dan Ward tewas mengenaskan usai ditembak Flanagan saat tengah melaksanakan wawancara secara live pada Rabu pagi kemarin sekitar pukul 06.45 waktu setempat. Selain jurnalis, seorang narasumber yang sedang diwawancarai, Vicki Gardner, ikut menjadi korban dan menderita luka.

Nyawa Gardner berhasil diselamatkan setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Roanoke Memorial. Sementara pelaku penembakan jurnalis AS, Vester Flanagan, tak sempat diamankan oleh petugas kepolisian usai bunuh diri dengan memakai senjata api miliknya.