Teknoflas.com – Mahapatih Gajah Mada merupakan sosok legenda tanah air karena sanggup menyatukan nusantara di bawah bendera Kerajaan Majapahit. Karir gemilang Gajah Mada sebagai mahapatih mulai menurun setelah Perang Bubat antara Kerajaan Majapahit dengan Kerajaan Sunda pada 1357 Masehi.

Usai melewati Perang Bubat, Gajah Mada pun memilih istirahat lalu pergi meninggalkan Keraton Majapahit dan berjalan ke arah timur. Kemudian diceritakan bahwa Gajah Mada wafat pada 1368 Masehi. Saat ini ada sejumlah lokasi yang diyakini sebagai peristirahatan terakhir sang Mahapatih.

Ilustrasi sosok Gajah Mada
Ilustrasi sosok Gajah Mada

Wadu Nocu

Letaknya di Desa Padende, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).  Masyarakat meyakini Wadu Nocu merupakan makam Gajah Mada karena sudah disampaikan oleh penjaga makam tersebut secara turun temurun. Semasa hidupnya, Gajah Mada sukses menakluk sejumlah wilayah nusantara termasuk Bima.

Menurut penuturan Empu Prapanca dalam Kakawin Nagarakretagama, Gajah Mada memang disebut melakukan perjalanan ke sejumlah daerah ke arah timur Pulau Jawa seperti Taliwang, Dompu, Sapi, Pulau Sengeang, dan Bima. Lalu ia dikabarkan wafat pada 1364 M setelah jatuh sakit.

Selaparang

Di Selaparang, Lombok, Provinsi NTB juga terdapat makam yang diyakini terbaringnya jasad Gajah Mada. Letaknya sekitar 2 jam perjalanan dari Mataram. Bentuk makam tergolong unik, yaitu tampak layaknya sumur bundar yang ditutupi susunan batu sungai ukuran sungai.

Desa Bejagung

Di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban juga terdapat makam yang diyakini tempat peristirahatan terakhir Gajah Mada. Masyarakat Tuban biasa menyebutnya Makam Barat Ketiga yang berarti angin kemarau dalam istilah bahasa Jawa.

Pugung Tampak

Di Pugung Tampak, Kabupaten Liwa, Provinsi Lampung juga terdapat makam Patih Gajah Mada. Konon saat melintas dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera, kapal yang ditumpangi Gajah Mada tenggalam, namun berhasil menyelamatkan diri hingga tiba di Pugung Tampak. Malangnya, ia malah jatuh sakit hingga akhirnya meninggal. Keyakinan keaslian makam tersebut diperkuat dengan sejumlah peninggalan seperti ikat kepala, ikat pinggang, tombak, pedang, mahkota dan keris.

Kampung Mada

Di Kampung Mada, Desa Matiri, Batauga, Kepulauan Wangi-wangi, Sulawesi Tenggara juga terdapat makam Gajah Mada. Ini turut dibuktikan dengan adanya sebuah batu prasasti yang dikenal ‘Batu Mada’. Konon sebuah gua di wilayah Togo Moori digunakan Gajah Mada untuk bersemedi.

Itulah kelima makam Gajah Mada yang diyakini sebagai peristirahatan terakhir mahapatih dari Kerajaan Majapahit itu. Belum satupun lokasi yang diketahui kebenarannya karena masih belum bisa dibuktikan langsung secara ilmiah.