Teknoflas.com – Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia belum mengetahui dua cerita misteri Monas (Monumen Nasional) yang ada di pusat kota Jakarta. Tugu hasil rancangan Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono beserta konsultan Ir. Rooseno ternyata menyimpan kisah menarik yang layak dikupas tuntas.

Sosok wanita di lidah api Monas

Tugu Monas terkenal dengan lidah api berbentuk nyala obor dari lapisan perunggu 14,5 ton dan lapisan emas 38 kg. Lidah api dipilih sebagai bentuk simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam menggapai kemerdekaan.

misteri monas sosok wanita
Misteri Monas & Sosok Wanita

Ternyata ada relief sosok wanita di sela-sela nyala api itu. Penampilan sang wanita sebagian rambutnya tersanggul di bagian atas lalu tergerai panjang di sisi samping. Sementara posisi duduknya menghadap ke Istana Negara.

Konon relief sosok wanita itu sengaja dirancang agar tak mudah terlihat oleh orang lain. Jika penasaran, coba saja lihat Monas di sisi sebelah kiri yang ada di Jalan Medan Merdeka Barat sebelah utara berdekatan dengan Istana Negara.

Misteri Monas tambah menguat seiring dengan sosok sang wanita yang tidak diketahui. Banyak yang beranggapan bahwa sosok itu sengaja dibuat karena Presiden Soekarno sangat menghormati kaum hawa.

Asal-usul emas Monas

Salah satu misteri Monas yaitu tidak diketahuinya asal-usul emas yang berada di puncak, bahkan para sejarawan LIPI tak mengetahui persis. Menurut penuturan sejarawan Asvi Warman Adam, emas tersebut merupakan bantuan dari sejumlah daerah di Indonesia.

misteri monas asal-usul emas
Misteri Monas & Asal-Usul Emas

Beredar kabar bahwa penyumbang emas terbesar untuk pembuatan lidah api Monas adalah seorang pengusaha asal Aceh yang mendapat perlakuan buruk di masa order baru. Sayangnya sejarawan tak begitu mengetahuinya karena tak ada catatan pasti, meskipun cerita dari mulut ke mulut beredar kencang di tengah masyarakat.

Menurut penuturan Asvi Warman Adam, emas yang dikumpulkan dari sejumlah daerah di Indonesia tak hanya untuk membangun Monas saja tetapi turut dipakai untuk membeli pesawat terbang.

Kini emas di puncak Monas telah ditambah menjadi 50 kg pada 1995 yang merayakan ‘ulang tahun emas’ Repulik Indonesia. Meskipun demikian, misteri Monas terkait asal-usul penyumbang emas masih rahasia besar yang belum terjawab.