Teknoflas.com – Benarkah Ahok larang kurban? Pertanyaan itu mencuat seiring dengan keluarnya instruksi dari Gubernur DKI Jakarta itu terkait perdagangan dan penyembelihan hewan kurban yang tak boleh dilakukan di sembarangan tempat.

Sekali lagi pria yang bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu tidak bermaksud melarang kegiatan pemotongan hewan kurban bagi umat muslim yang merayakan Idul Adha. Dia justru menyayangkan sejumlah pihak yang memutarbalikkan pernyataan yang diucapkannya.

Ahok bantah larang kurban
Ahok bantah larang kurban

Ahok mengaku tidak pernah larang kurban, hanya saja ingin lokasi penyembelihan dilakukan di lokasi yang tepat.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa tak ada larangan potong hewan kurban. Namun saya sarankan itu dilakukan di rumah pemotongan hewan demi kesehatan,” ucap Ahok dilansir Teknoflas.com dari laman liputan6, Rabu (9/9/2015).

“Darah-darah hewan itu ada penyakitnya loh. Kalau potong hewan kurban di masjid, kan nanti bau. Malahan di Arab Saudi enggak ada yang motong hewan kurban di masjid,” terangnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menyarankan agar Indonesia mengikuti cara menyembelih hewan kurban seperti di Arab Saudi. Ahok pun memastikan tak ada satupun syariat Islam yang dilanggar ketika menerbitkan instruksi gubernur.

“Kalau instruksi gubernur melanggar syariat Islam, itu kita bisa perdebatkan. Sekarang masyarakat itu lebih dekat dengan ajaran Islam di Indonesia atau Arab Saudi? Kalau benar instruksi itu melanggar syariat Islam, berarti Arab Saudi juga melanggar syariat Islam karena pemotongan hewan kurban tidak di area masjid namun di lokasi khusus yaitu rumah pemotongan hewan,” jelas Ahok.

Rumor Ahok larang kurban sama sekali tidak benar karena Gubernur DKI Jakarta itu cuma ingin penjualan hewan kurban lebih tertata rapi tanpa mengorbankan tempat-tempat umum sehingga tak ada yang terganggu.

“Jangan jualan hewan kurban di pinggir jalan, nanti kotoran bisa terbawa kemana-mana. Makanya harus diatur,” tutur Ahok sekaligus membantah rumor larang kurban.