Teknoflas.com – Banyak yang penasaran dengan sapi kurban milik Presiden Jokowi. Setelah dilakukan penelusuran, ternyata jenis limosin simental merupakan hasil budidaya seorang peternak sapi sederhana bernama Kusnan.

Bagaimana ceritanya Kusnan bisa membesarkan sapi limosin simental hingga akhirnya dibeli oleh Presiden Jokowi…? Berikut kisah kilas baliknya.

Kusnan, si peternak sapi limosin langganan pejabat
Kusnan, si peternak sapi limosin langganan pejabat

1. Kusnan kerap mengikuti kontes sapi sejak tahun 2000, namun kerap menelan kekalahan. Di tahun 2003 akhirnya berhasil menang dengan mengandalkan sapi jenis limosin simental.

2. Pada tahun 2009, sapi milik Kusnan akhirnya dibeli oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Sapi yang memenangi kontes juara pertama itu laris manis dengan kisaran harga Rp 40 juta. Semenjak itulah Kusnan menerima orderan dari gubernur.

3. Presiden Jokowi tertarik dengan sapi limosin simental milik Kusnan yang berbobot 1,25 ton. Orang nomer satu itu membeli sapi terbesar Kusnan dengan harga Rp 90 juta.

4. Makanan utama sapi limosin Presiden Jokowi bukan rumput hijau, melainkan jerami. Menurut penuturan Kusnan, rumput hijau tak akan menggemukkan sapi. Setiap hari hewan pedaging itu diberi jerami padi.

5. Selain jerami 20 kg, Kusnan menghabiskan 1 kg dedak dan 25 kg ampas tahu untuk makanan tambahan satu ekor saji. Semua ludes tak tersisa dalam satu hari.

6. Pemberian minum sapi limosin milik Presiden Jokowi tidak dilakukan sembarangan. Ada waktu tertentu yakni 09.00 dan 22.00. Sapi akan cepat gemuk jika tidur setelah menghabiskan santapan.

Itulah enam fakta sapi limosin milik Presiden Jokowi yang beratnya mencapai 1,25 ton dan berharga 90 juta. Kusnan memang sosok peternak sapi sederhana, namun hewan peliharaannya menjadi buruan para pejabat yang ingin berkurban di hari Idul Adha.