Teknoflas.com – Della JKT48 jadi korban bully terbaru netizen tanah air karena dianggap salah ketik arti tut wuri handayani di akun twitter resmi miliknya. Cewek bernama asli Della Delila itu jadi perbincangan hangat sejak menuliskan tweet pada Kamis kemarin, (24/9/2015).

Della nge-tweet, “Dan aku juga mengenalkan budaya Indonesia ke mereka. seperti, tut wuri handayani yg artinya walaupun beda tetap satu”, sebenarnya yang dimaksud oleh gadis manis ini yaitu semboyan Tanah Air, Bhineka Tunggal Ika, yang artinya “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.

Foto Si Manis Della JKT48
Foto Si Manis Della JKT48

Kini tweet tersebut sudah tak ada lagi di timeline, dengan kata lain sudah dihapus oleh si pemilik akun. Sayangnya, beberapa netizen sempat men-screenshoot tweet ‘salah arti tut wuri handayani’ dan gambar pun menyebar secara viral.

Tweet Della JKT 48, salah arti tut wuri handayani
Tweet Della JKT 48, salah arti tut wuri handayani

Tak ayal, cewek kelahiran 15 November 1998 itu menjadi bahan ejekan netizen, khususnya para pengguna Twitter. Della JKT48 sempat mengetahui dirinya di-bully, dan langsung mengeluarkan respon yang semakin memperburuk keadaan.

“Engga salah kok artinya, semua orang kan beda cara pikirnya, mandi dulu deh biar pikiran makin berdaedah,” ketik Della di akun twitter-nya @Della-JKT48.

Dalam waktu singkat, tagar TutWuriHandayani langsung menjadi perbincangan hangat alias trending topic di Twitterland. Namun ada pula sosok pembela Della JKT48 yang salah nulis arti tut wuri handayani, yakni komedian dan artis Arie Kriting.

Della JKT48 semangat beraksi di panggung
Della JKT48 semangat beraksi di panggung

“Dedek itu sudah susah-susah ngenalin budaya kita ke Mancanegara. Kalian bisa apa? Paling cuma bisa sikap lilin,” tulis Arie di akun Twitter @arie_kriting.

Sebenarnya arti tut wuri handayani bukan seperti yang dituliskan Della JKT48. Itu bagian dari penggalan kalimat `Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani`yang merupakan semboyan sifat dasar pemimpin bangsa Indonesia. Arti kalimat bahasa Jawa Krama Inggil itu ke dalam bahasa Indonesia yakni “di depan memberi teladan, di tengah membangkitkan niat, dan di belakang memberikan dorongan moral”.