registered-nurse-large

Teknoflas.com – Mengetahui suaminya, Bambang Rudjinto, didiagnosis mengidap gangguan jiwa schizoaffetive, Yatmi harus menerima bahwa ia wajib menjadi perawat atau biasa yang disebut caregiver untuk suaminya. Yatmi pasrah, ia tetap tegar dan mendampingi suaminya yang pernah menginap di rumah sakit jiwa untuk bertahan.

Mahar Agusno, dokter spesialis jiwa, sangat mengapresiasi akan usaha Yatmi dalam merawat dan mendampingi suaminya di mana penyakitnya dapat kambuh sewaktu-waktu. Dan kini, Yatmi dapat bernafas lega melihat suami yang ia dukung mulai kembali normal walaupun dulu sempat mengeluhkan kondisi suaminya.

Beberapa waktu yang lalu saat Bambang masih belum pulih, Yatmi dan Bambang sempat bertukar peran. Yatmi bertugas mencari nafkah dan Bambang di rumah untuk mencuci dan memasak.

Dibutuhkan kesabaran yang ekstra bagi Yatmi untuk merawat suaminya. Suryo menyarankan bagi para caregiver seperti Yatmi untuk tetap menjaga kondisinya dan aktif berorganisasi.

Keberadaan para caregiver dalam organisasi diharapkan dapat meminimalkan tekanan maupun depresi ketika merawat penderita. Selain itu, usahakan para caregiver untuk meluangka waktu untuk diri sendiri atau yang biasa dikenal sebagai ‘me time’.

Sehingga, para caregiver dapat tetap bertahan untuk mendampingi para penderita melewati masa-masa yang kelam hingga mendapatkan situasi yang lebih baik.