BoysWithCards-m

Teknoflas.com – Suryo Dharmono, seorang psikiatri, mengatakan bahwa penderita gangguan jiwa bukan hanya orang-orang dewasa, anak kecil pun juga dapat mengalaminya. Untuk dapat mendeteksi hal tersebut, orang tua harus jeli memperhatikan perilaku anak sehari-hari. Salah satu tandanya adalah dengan adanya perubahan pada perilaku mereka.

Perubahan perilaku bisa dilihat dari bagaimana ia bersikap di sekolah. Yang awalnya memiliki nilai bagus, kemudian menurun. Yang awalnya supel tiba-tiba menarik diri, menjadi nakal, atau bahkan terlibat perkelahnian dan gangguan belajar.

Menurut Suryo, banyak orang tua yang malah mengabaikan adanya perubahan pada anaknya. Kebanyakan para orang tua menganggap bahwa kenakalan yang dialami anaknya merupakan kewajaran. Yang lebih parah, beberapa orang tua justru curiga pada anaknya ketika perubahan perilaku terjadi. Kemudian, jika anak terjerumus ke dalam hal yang salah seperti narkoba, maka narkoba yang disalahkan.

Indikasi tersebut ternyata salah. Suryo berpendapat bahwa akan lebih baik jika evaluasi mulai dari orang tua, guru BP sampai psikoloh sekolah. Jika dirasa butuh perawatan, baru menghadap ke psikiater.

Gangguan jiwa yang umum dialami anak adalah autisme dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Autisme umunya terlihat sebelum anak berusia tiga tahun. Adanya gangguan perkembangan kompleks berupa gangguan neurologi pervasif yang terjadi pada aspek neurobiologis otak sehingga mempengaruhi proses perkembangan anak.

Akibatnya, anak tidak dapat belajar berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Seolah-olah ia sedang hidup dalam dunianya sendiri.

Sedangkan ADHD atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas, merupakan gangguan yang menyebabkan anak melakukan aktivitas yang sangat banyak dalam situasi yang tidak sesuai.