Kumpulan Sejarah-Sejarah Sabun Mandi dan Perkembangannya

Teknoflas.com – Jika memilih sembarang sabun, baik wajah maupun badan, akan berdampak pada kulit. Jika salah, maka elastisitas kulit menjadi berkurang bahkan terjadi penuaan dini.

Hal pertama yang wajib anda lakukan untuk memilih sabun ada melihat tingkat kebasaan (pH) yang cocok untuk kulit. Seorang dokter Spesialis Kulit dan Kelamin menganjurkan untuk memilih sabun yang memiliki pH di bawah 7 karena kulit memiliki kecenderungan pH sekitar 3-4.

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memilih sabun dengan tingkat keasaman atau kebasaan (pH) yang sesuai dengan kulit. Fitria menganjurkan memilih sabun yang memiliki pH di bawah 7 karena kulit sendiri mempunyai pH sekitar 3 sampai 4.

Jarang produk sabun yang mencantumkan pH dalam kemasannya. Sehingga, mau tidak mau harus dicoba dulu untuk melihat kandungan pHnya. pH yang tinggi bisa ditandai dengan busa yang banyak. Menurut Fitria, pH yang banyak berarti kandungan detergennya banyak. Sehingga setelah pemakaian, kulit menjadi lebih kesat. Berbeda dengan yang berpH rendah, lebih banyak moisturizernya sehingga dapat menjaga kelembapan kulit. pH yang rendah ditandai dengan busanya yang tidak terlalu banyak.

Selain busa, aroma dapat menjadi salah satu indikator dalam pemilihan sabun. Fitria sangat menyarankan untuk memakai sabun yang tidak terlalu tinggi parfumnya atau aromanya dalam pemakaian sehari-hari.

Mengapa? karena parfum merupakan bahan iritan. Hal tersebut sangat berdampak pada kulit sensitif, walaupun pada kulit normal jarang ditemukan masalah.