280864_d82a616c-bcaa-11e4-bd61-7b9b4908a8c2

Teknoflas.com – Dewasa ini, para penduduk Asia mulai kehilangan minat untuk memakan nasi sebagai makanan utama dan lebih memilih gandum. Konsumsi gandum yang meningkat sebagian besar terjadi di kota-kota besar. Termasuk Indonesia yang kini gemar memakan mie.

Akibat kegemaran orang Indonesia memakan mie, maka permintaan pembuatan gandum. Bahkan, Indonesia termasuk pengimpor gandum terbesar kedua di dunia dengan jumlah depalan juta ton per tahun. India menduduki peringkat pertama dalam pengimpor gandum dunia, walaupun negara-negara hindustan termasuk produksen gandum skala global.

Selain India dan Indonesia, Korea Selatan juga sebagai pengimpor gandum di Asia. Di sana, roti dan kue kini telah menjadi makanan pokok baru. Akibatnya, permintaan gandum naik hampir dua kali lipat sejak 2008.

Menurut produsen roti Korea Selatan, SPC Group, Korea Selatan memerlukan sekitar US$ 5,37 miliar atau sekitar Rp 72 triliun untuk membeli roti, roti isi, bagel, dan kue-kue. Bahkan mereka mengatakan bahwa telah membuka dua toko di ibukota Perancis, Paris, sebagai bagian dari ekspansi dari usahanya.

Merupakan keironisan, karena sebagian besar negara-negara di Asia berswasembada beras. Namun, permintaan roti dan mi di berbagai kota besar Asia, dari Mumbai sampai Manila, membuat negara-negara di Asia menjadi pengimpor gandum terbesar. Dalam kurun lima tahun terakhir, negara di Asia telah mengimpor gandum lebih dari 40 juta ton per tahun, atau sekitar 25 persen dari impor dunia.