kebakaran-gorontaloTeknoflas.com – Dandim 1304 Gorontalo, Letkol Arm Yuniar Dwi turun langsung memantau kebakaran lahan di wilayah barat Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Dandim mengaku, TNI AD di wilayah tersebut berupaya membantu pemadaman api yang membakar lahan di wilayah Kecamatan Sumalata Timur, dengan mengerahkan anggota Babinsa, Koramil dan 1 SSK Kompi C Yonif 715 Motuliato, serta menyiagakan anggota lainnya “stanby force” yang akan bergantian ke lokasi untuk memadamkan api.

Sejak Minggu (18/10), ia turun langsung ke lokasi terdekat di areal yang terbakar yaitu di Puncak Binidaa’ Desa Deme I Kecamatan Sumalata Timur agar bisa mengkoordinir langsung serta membantu menyusun strategi pemadaman api.

Ia mengimbau pemerintah daerah segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tanggap darurat bencana kebakaran agar secara hukum seluruh “stakeholder” bisa terlibat secara signifikan untuk mengatasi kebakaran lahan di wilayah tersebut.

Termasuk membentuk satgas operasi, satgas penegakkan hukum, satgas penyuluhan untuk mengatasi dan mengantisipasi kebakaran lahan.

Dalam sepekan ini kata Dandim, pihaknya menerima informasi terkait kebakaran lahan di wilayah Gorontalo Utara, termasuk di wilayah Suwawa Kabupaten Bone Bolango yang telah teratasi.

Ia berharap, teknik lokalisir untuk memutus api bisa segera dilakukan dengan penambahan anggota yang membantu masyarakat setempat untuk memadamkan api.

Wakil Bupati Gorontalo Utara Roni Imran mengaku, sangat bersyukur pihak TNI dan Polri mendukung penuh upaya mengatasi kebakaran lahan di wilayahnya.

Mengingat upaya memadamkan api yang telah membakar 1.000 hektare lahan yang menghanguskan ribuan tanaman cengkeh, kemiri dan tanaman perkebunan lainnya di wilayah tersebut hanya dilakukan secara manual tanpa menggunakan air.

Pemerintah daerah pun berupaya segera membentuk peraturan khusus terkait tanggap darurat bencana kebakaran dengan membentuk satgas pengamanan, satgas penegakkan hukum dan satgas penyuluhan agar secara menyeluruh bisa mengantisipasi bencana tersebut, termasuk meminta bantuan pemerintah provinsi dan pusat mengingat belum adanya armada pendukung yang efektif untuk memadamkan kebakaran lahan.

Pihaknya mencatat kata Wakil Bupati, kebakaran lahan di kabupaten ini telah terjadi di wilayah Kecamatan Atinggola, Gentuma, Tomilito, Sumalata Timur, Biau dan Tolinggula.

Tidak hanya areal perkebunan yang terbakar, namun wilayah investasi Hutan Tanaman Industri (HTI) pun terkena dampak kebakaran akibat aksi pembukaan areal pertanian oleh warga.