Teknoflas.com – Bagaimana kronologi sekjen jakmania ditangkap oleh pihak kepolisian? Seperti diketahui, Febrianto dibekuk oleh aparat gabungan Polda Metro Jaya usai menuliskan cuitan bernada provokasi via akun twitter miliknya, @bung_febri beberapa jam menjelang laga final Piala Presiden 2015 digelar.

image
kronologi penangkapan sekjen jakmania

Hari Minggu malam, 18 Oktober 2015, menjadi hari spesial bagi sepakbola nasional menyambut laga final antara Persib vs Sriwijaya di stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Sayangnya, muncul sejumlah ketegangan dengan suporter Persija yang merupakan musuh besar Bobotoh Persib.

Pendukung Persib berniat datang ke Jakarta dengan damai, namun tak mendapat sambutan baik dari sebagian pendukung Persija alias Jakmania. Muncul seruan untuk menolak Persib main di GBK, bahkan pesan berantai tersebar viral via SMS dan sosial media untuk mengacaukan laga final.

Kronologi sekjen jakmania ditangkap oleh pihak kepolisian karena berupaya memancing kerusuhan. Pria bernama Febrianto itu akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian saat berada sekitar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Menurut pengakuan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Krishna Murti, penangkapan pelaku turut menyita sejumlah alat bukti berupa buku catatan, email, ponsel, laptop, akun twitter dan facebook. Kepada petugas, Febrianto mengaku bekerja sebagai jurnalis sebuah majalah dan berita online di Jakarta.

Krishna menyebut Febrianto mulai menulis cuitan provokasi pada tanggal 11 Oktober 2015. Pihak kepolisian melakukan penelusuran mendalam dan menemukan komunikasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) The Jakmania Kemayoran inisial DO yang masih buron saat ini. Komunikasi tersebut membenarkan adanya penyerbuan terhadap sejumlah Bobotoh.

Cuitan provokasi mengancam Febrianto dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 160 KUHP tentang provokasi. Krishna pun membantah kabar yang menyebut adanya suporter Persib yang meninggal dunia akibat insiden bentrokan.

Inilah kronologi sekjen jakmania ditangkap dan pihak kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan untuk memgetahui apakah tindakan Febrianto atas dukungan pihak tertentu, direncanakan atau spontanitas semata.