00062321_H46418879-760x501

Teknoflas.comMeksiko tertimpa masalah kekeringan yang membuat level air waduk dari sungai Grijalva di negara tersebut menurun drastis. Akibatnya, level air menjadi berkurang bahkan hingga menyebabkan sisa bangunan gereja abad ke-16 kembali muncul di permukaan air.

Gereja ini terkenal dengan nama The Temple of Santiago atau kiul Quechula atau yang juga dikenal dengan nama Gereja Santiago.

Gereja ini seharusnya sudah terbenam di kedalaman 30 meter di bawah permukaan air waduk. Hal ini sudah terjadi sejak selesainya waduk Nezahualcoyotl di Chiapas tersebut sekitar 1966.

Kekeringan tahun ini mencapai tingkat kekeringan yang membuat air mengering lebih dari 24 meter. Akibatnya puncak sisa bangunan yang masih berdiri kokoh ini kembali muncul ke permukaan.

Menurunnya air waduk ini membuat sisa gereja menjadi sebuah obyek wisata bagi para wisatawan yang sedang berkunjung. The Latin Times mengungkapkan bahwa nelayan lokal sempat membawa beberapa wisatawan untuk tur di tempat tersebut dengan menggunakan kapal nelayan. Bahkan, sempat melangkahkan kaki di gereja yang berumur tua tersebut.

Mengutip Huffington Post, gereja ini mempunyai tinggi 55,7 meter, lebar 12 meter. Gereja ini juga memiliki menara lonceng dengan tinggi 14 meter di atas permukaan tanah. Gereja ini dibangun pada tahun 1564 oleh Friar Bartolome de la Casas. 

Gereja ini mulai diabaikan karena mengalami masalah plak yang mengganggu struktur bangunannya di tahun 1773-1776 dan akhirnya dibenamkan dalam waduk buatan di tahun 1966.

“Gereja ini dibangun dengan harapan bisa menjadi pusat populasi yang besar. Sayangnya ini tidak pernah tercapai,” kata arsitek Carlos Navarretes.