Teknoflas.com – Ada sejumlah keanehan kasus Risma Walikota Surabaya terkait permasalahan Pasar Turi. Warga ‘Kota Pahlawan’ mengaku kaget mendegar berita penetapan wanita bernama lengkap Tri Rismaharini sebagai tersangka di Polda Jatim.

Ada sejumlah poin yang membuat tim sukses dan pendukung setia Risma yang meyakini berita ini merupakan fitnah semata jelang Pilkada yang jatuh pada 9 Desember 2015 mendatang. Kampanye hitam sengaja diluncurkan demi merusak nama baik dan menurunkan popularitas.

image
keanehan kasus risma walikota surabaya

Inilah keanehan kasus Risma Walikota Surabaya terkait permasalahan Pasar Turi.

1. Kejati Jawa Timur mengaku sudah menerima SPDP dari Polda terkait penetapan Risma sebagai tersangka. Anehnya, Kapolda Jawa Timur membantah hal ini dan sudah melaporkan langsung kepada Kapolri Badrodin Haiti.

2. Pihak Risma beserta timses hingga saat ini belum menerima salinan SPDP dari Kejati dan Polda Jatim.

3. Kapolda Jatim mengaku belum menerima dan mengetahui adanya SPDP. Anehnya, Jaksa Agung HM Prasetyo sudah menerima.

4. Kasus Risma Walikota Surabaya terkait permasalahan Pasar Turi sebenarnya sudah terjadi sejak lama, bahkan sebelum menjabat orang nomer satu di Kota Pahlawan. Ketua DPRD Surabaya Armuji mengaku masalah itu sudah berlangsung sejak delapan tahun silam dan pernyataan tersebut turut dibenarkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kasus Pasar Turi memang belum usai sejak lama berlangsung, Risma sempat berujar kepada media kasus ini bakal menyeret banyak nama jika dibuka. Menurut kabar beredar, para pedagang yang berjualan di pasar membuat laporan hukum di Polda Jatim karena merasa terlantar.

Hingga kini pro kontra yang melibatkan Pemerintah Kota Surabaya dengan pedagang belum menemui titik temu terkait penetapan TPS alias Tempat Penampungan Sementara.

Empat keanehan kasus Risma Walikota Surabaya terkait permasalahan Pasar Turi membuat sebagian besar pendukung beranggapan bahwa ada upaya untuk menjegal sang calon Walikota Surabaya yang ingin memimpin untuk kedua kali.