simulasi-gempaTeknoflas.com – Sebanyak 90 pelajar tingkat Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD dan Taman Kanak-Kanak mengikuti simulasi penanggulangan bencana gempa bumi di Batalyon Armed 13 Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Simulasi ini sangat penting dilakukan anak sejak usia dini, apalagi Kabupaten Sukabumi merupakan daerah rawan bencana alam sehingga anak diharapkan bisa menanggulangi jika terjadi bencana,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI Desy Ratnasari di Sukabumi, Senin.

Menurutnya, dengan diberikan pendidikan tentang penanggulangan bencana sejak usia dini, diharapkan si anak tidak panik saat terjadi bencana, bisa menyelamatkan diri dan juga mampu meminimalisir dampak dari bencana tersebut.

“Minimalnya anak-anak ini bisa memahami dan apa yang dilakukan jika terjadi bencana alam khususnya gempa,” tambahnya.

Selama ini anak yang berusia dini kerap menjadi korban atau belum bisa menyelamatkan diri sendiri jika terjadi bencana.

Maka dari itu, simulasi dinilai merupakan salah satu cara yang tepat untk memberikan pendidikan tentang penanggulangan pra dan paskabencana.

“Simulasi yang dilakukan berbeda dengan simulasi yang diterapkan untuk orang dewasa. Metode Siswa/i Paud ini menggunakan cara belajar sambil bermain sehingga si anak bisa dengan mudah menyerapa ilmunya dan tidak jenuh,” tambahnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Andi Kusnadi mengatakan simulasi dan pembelajaran tentang penanggulangan bencana memang harus dilakukan sejak anak berada di usia dini, apalagi Sukabumi merupakan daerah rawan bencana yang mengharuskan setiap warganya bisa siaga dan melakukan penanggulangan pascabencana.

“Kegiatan seperti ini harus rutin dilakukan oleh setiap sekolah khususnya tingkat PAUD/TK sehingga si anak mempunyai dasar dalam penanggulangan bencana, minimalnya tidak panik dan mampu menyelamatkan diri sendiri,” katanya.