6072-0_663_382

Teknoflas.com – Apakah anda senang Menggigit kuku, menggaruk alis, memilin rambut atau bahkan mencubit-cubit diri sendiri? ternyata hal tersebut bukan masalah kebiasaan. Sebuah penelitian yang dilakukan University of Montreal menyebutkan bahwa perilaku seperti itu, berkaitan dengan kepribadian.

Dari Studi tersebut, ditemukan bahwa mereka yang memiliki perilaku kompulsif cenderung tidak sabar, mudah bosan dan cepat frustrasi. Untuk mengatasi hal tersebut, mereka cenderung melakukan kebiasaan berulang seperti menggoyangkan kaki hingga menggigit kuku

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Behavior Therapy dan Experimental Psychiatry tersebut lebih memfokuskan pada sifat perfeksionis, yang ternyata berbahaya daripada sangkaan pada umumnya. Dr Kieron O’Connor mengataka bahwa keberadaan sifat perfeksionis memperlihatkan perilaku kompulsif yang artinya tidak dapat duduk diam dan memiliki momen damai untuk menenangkan jiwa.

Ia juga menambahkan bahwa perilaku kompulsif tersebut dapat memicu frustrasi, rasa kecewa dan bisa berujung pada depresi. Dalam studi tersebut, para peneliti mengamati 48 partisipan, dimana 50 persen dari mereka memiliki perilaku kompulsif. Sisa dari mereka yang tidak punya kecenderungan perfeksionis, bertindak sebagai kelompok kontrol.

Hasil dari pengamatan tersebut bahwa mereka yang punya sejarah perilaku kompulsif, cenderung tidak dapat diam ketika merasa stres atau frustrasi. Mereka terlihat berusaha melakukan sesuatu sepeti mengigit kuku atau memainkan rambut, sedangkan saat rileks, kelompok kompulsif melaporkan tidak ada keinginan untuk melakukan kebiasaan mereka.

O’Connor menjelaskan pula bahwa kebiasaan kompulsif apabila terjadi tidak terlalu sering, tergolong baik untuk kesehatan jiwa. Berbeda degan kebiasaan yang tidak dapat dikontrol, hal tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, perilaku tersebut merupakan kelainan yang memerlukan terapi.