1

Teknoflas.com – Anda yang merupakan penggemar ikan pasti merasa bahwa rasa daging tuna pada umumnya sangatlah lezat. Teksturnya yang kenyal dan segar bila dimakan mentah menjadi jenis ikan yang difavoritkan banyak orang, terutama pecinta sushi. Kelezatan itu merupakan kelezatan yang didapat dari lemaknya.

“Tuna itu semakin berlemak semakin bagus,” kata Riki Maulana, Sous Chef Rasa Restaurant Intercontinental Hotel MidPlaza Jakarta yang dilansir dari CNN Indonesia, beberapa waktu lalu.

“Pengaruhnya ada di taste, semakin banyak lemak teksturnya semakin lembut, dan rasanya semakin nikmat lebih rich.”

Anda tentu sangat beruntung dapat menikmati tuna di Indonesia, karena negara kita ini merupakan penghasil tuna terbesar di dunia. Tuna di Indonesia banyak berada di perairan dalam Indonesia Timur, seperti di Laut Makassar, Laut Sulawesi, Laut Arafuru, dan Laut Banda. Tuna-tuna Indonesia antara lain yellowfin tuna, albacore,dan big eye tuna ini hidup di perairan khatulistiwa yang hangat. Untuk di perairan sejuk didapati jenis tuna besar lainnya seperti bluefin yang tergolong tuna langka dan cukup mahal.

Lemak yang dimiliki oleh ikan tuna banyak mengandung manfaat. Berdasarkan rilis Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan tentang Ikan Tuna Indonesia, kandungan protein tuna berkisar 22,6 hingga 26,2 gram per 100 gram. Lemak yang dikandung tuna tergolong rendah yaitu 0,2 hingga 2,7 gram per 100 gram. Selain itu, tuna juga memiliki kalsium, fosfor, besi, sodium, vitamin A (retinol), serta vitamin B (thiamin, riboflavon, dan niasin).

Butuh strategi agar kandungan gizi dan rasanya tidak berubah, daging ikan tuna perlu diperhatikan aspek penyimpanannya. Bila tidak demikian, bakteri akan sangat mudah berkembang biak.

Menurut Riki, tempat penyimpanan daging tuna sebelum dipotong haruslah bersih dan berada daam suhu lingkungan di bawah lima derajat Celsius. Hal ini untuk menghambat perkembangan bakteri. Dan setelah dipotong, sangat disarankan untuk segera dikonsumsi.