organic

Teknoflas.com – Belakangan ini, makanan organik dinilai paling baik di antara makanan lain, bahkan yang non-organik. Alasannya adalah

Alasannya, lebih baik bagi kesehatan karena tidak mengandung residu pestisida dan bahan kimia berbahaya lainnya. Tentu saja, pertanian organik membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal dari pertanian pada umumnya. Hal tersebut dapat mengakibatkan produk organik harganya jauh lebih mahal.

Menurut kampanye yang dilakukan Pesticide Action Network (PAN) dari Inggris bahwa tidak semua produk makanan yang kita konsumsi wajib berlabel organik.

Ternyata, beberapa bahan makanan bisa saja mengandung residu pestisida lebih tinggi dari yang lain, tergantung pada metoda penanaman dan faktor lain. Oleh karenanya memilih apa yang anda konsumsi seluruhnya ke makanan organik, memang dapat menjadi solusi, namun juga ada konsekuensi harga yang harus didapat.

Sekitar 60 persen buah dan sayuran mengandung residu pestisida. Walaupun jumlahnya tidak banyak untuk membunuh, namun dapat memberikan efek jangka panjang.

Dari sampel yang diujikan itu, memang lebih baik yang berlabel organik.

Dari laman The Guardian, lima buah yang seharusnya dibeli organik adalah jeruk, lemon, pir, anggur dan apel.

Perwakilan PAN Nick Mole menjelaskan bahwa lima buah tersebut merupakan buah yang paling banyak dikonsumsi. Akibatnya, produksi tentu meningkat dan penggunaan pestisida juga tidak sedikit.

Namun, ada beberapa sayur atau buah yang tidak perlu berlabel organik yang baik dikonsumsi. Yakni, jamur, brungkol, asparagus, alpukat dan brokoli.