Teknoflas.com – Seseorang yang tak mau bersosialisasi alias suka menyendiri ternyata lebih rentan jatuh sakit akibat tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan sejumlah masalah kesehatan serius. Mengapa demikian? Mari cari tahu asal usul penyebab utamanya.

image
Kesepian dan menyendiri ganggu kesehatan tubuh

Berdasar hasil studi terbaru menunjukkan bahwa orang yang jarang berinteraksi, bersosialisasi dan suka menyendiri mengalami peningkatan kematian dini hingga 14 persen. Hal ini disebabkan perubahan pola gen ekspresi yang berdampak buruk pada penurunan kadar sel darah putih di dalam tubuh.

Menurut Dr. Matthew Lorber dari Lenox Hill Hospital Kota New York, studi menunjukkan bahwa sifat menyendiri berdampak pada reaksi psikologis. Hal ini ditunjukkan langsung oleh 141 orang manula di Amerika Serikat yang ditunjang oleh perbandingan terhadap monyet rhesus macaque, jenis primata yang gemar bersosialisasi.

Tim peneliti dari University of Chicago telah mempelajari dampak kesepian atau menyendiri terhadap penurunan sistem kekebalan tubuh yang ternyata beri efek negatif terhadap kesehatan fisik sehingga lebih gampang jatuh sakit akibat penyakit serius tertentu yang tengah diidap.

Studi pada manusia dan monyet juga menunjukkan adanya hubungan antara kadar hormon stres dan penurunan kadar sel darah putih. Intinya, suka menyendiri atau kesepian justru mendongkrak resiko peradangan dan mengurangi respon antivirus di dalam tubuh. Berdasarkan penelitian terhadap monyet pengidap HIV yang suka menyendiri dan hidup kesepian, ternyata virus lebih cepat berkembang di otak dan darah.

Oleh karena itu, segera jauhi sifat menyendiri, kesepian dan jarang bersosialisasi untuk menghindari segala kemungkinan buruk yang berdampak bagi kesehata fisik. Ada sejumlah cara untuk mengatasinya, salah satunya yaitu membangun komunikasi dengan orang dan lingkungan sekitar.