Teknoflas.com – Pertumbuhan jumlah penderita HIV di seluruh dunia, terutama Indonesia, terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir sehingga wajib dilakukan pencegahan sedini mungkin. Salah satu cara yang bisa ditempuh yaitu memberi edukasi soal cara penularan dan proses bagaimana virus masuk menyerang tubuh.

image
Cara penyebaran HIV jadi AIDS di tubuh

Lalu, bagaimana seseorang bisa tertular HIV…? Seperti dipaparkan oleh sejumlah media online kesehatan, virus mematikan itu masuk ke dalam tubuh karena menelan cairan terinfeksi seperti darah, cairan miss v, sperma hingga air susu ibu alias ASI. Semua orang bisa mengalaminya jika menelan atau darah di dalam tubuh terkena salah satu cairan terinfeksi tersebut.

Saat virus berhasil masuk dan mengalir di dalam darah maka langsung mengincar T-cell yang merupakan tipe dari sel darah putih berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh yang sehat. Virus HIV secara diam-diam berkembang dan mengecoh T-cell sehingga tidak dapat dikenali serta lebih mudah menempel di sel tersebut.

Ketika virus HIV berhasil menempel di T-cell maka segera menggabungkan membran lalu melepas enzim secara viral dan replikasi. Menurut keterangan situs kesehatan, HIV merupakan retrovirus dimana RNA menjadi DNA yang kemudian terintegrasi dengan sel genome.

Pada tahap ini T-cell akan menganggap virus HIV AIDS sebagai bagian dari dirinya sehingga mulai memperbanyak diri tanpa terancam sama sekali. Ketika mutasi terjadi pada tingkat tinggi, virus HIV AIDS semakin susah diobati. Setiap hari replikasi terjadi hingga menghasilkan 10 milyar virion.

Semua proses berlangsung di dalam tubuh tanpa memperlihatkan satupun gejala hingga delapan tahun kemudian. Apalagi penderita HIV yang tidak mengikuti jenis metode pengobatan apapun, maka virus bakal menghancurkan T-cell yang sudah terinfeksi. Penderita HIV dinaikkan statusnya sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) jika jumlah T-cell di bawah 200 sel per mililiter kubik darah.

HIV/AIDS telah merenggut 39 juta nyawa manusia di seluruh dunia dan 35 juta orang tengaj berjuang melawan infeksi virus mematikan ini. Ada sejumlah jenis obat yang ampuh menghentikan virus berkembang. Sementara itu ada sejumlah metode pencegahan agar tidak kena HIV seperti pemakaian kondom, tidak gonta-ganti pasangan hingga penggunaan jarum suntik steril.