Teknoflas.com – HIV/AIDS salah satu penyakit paling mematikan saat ini yang masih belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat, mulai dari cara penularan hingga hidup bersama virus tersebut. Menurut hasil investigasi, HIV telah merenggut nyawa 39 juta orang di seluruh dunia.

image
8 mitos salah HIV

Berikut ini delapan mitos salah yang menyesatkan masyarakat terkait penyebaran dan keberadaan virus HIV.

1. Usai terinfeksi HIV, gejala segera terlihat

Butuh waktu sekitar 8-10 tahun agar sejumlah gejala HIV mulai terlihat oleh mata. Dengan demikian, seseorang tidak akan mengetahui dirinya terinfeksi hingga durasi waktu tersebut. Oleh karena itu, mengikuti tes dini merupakan solusi tepat untuk mengecek kondisi kesehatan.

2. Tak butuh terapi obat hingga jatuh sakit

WHO menyarankan penderita HIV yang baru terinfeksi untuk mengikuti terapi obat sejak dini agar sistem kekebalan tubuh terus terlindungi. Pengobatan mengandalkan antiretroviral therapy (ART) yang harus diminum setiap hari demi menekan pertumbuhan virus.

3. Tak perlu takut HIV

Meskipun sejumlah metode dalam beberapa tahun terakhir sudah ditemukan yang terbukti menekan pertumbuhan HIV, bukan berarti penyakit ini tidak perlu ditakuti lagi. Terapi obat hanya terbukti efektif menekan penyebaran virus dan tak bisa menghilangkan secara permanen di dalam tubuh.

4. Ibu Hamil Terinfeksi HIV Otomatis Menular Ke Janin

Ibu hamil yang positif mengidap HIV belum tentu menularkan virus ke bayi. Ibu hamil yang tak mengikuti terapi obat apapun maka sang buah hati hanya punya potensi 25-33 persen terjangkiti virus ini. Fakta ini diperkuat oleh pernyataan direktur Center for the AIDS Program of Research in South Africa (CAPRISA), profesor Salim Abdool Karim.

5. HIV Tak Menular via Tato & Tindikan

Seperti diketahui HIV menular lewat darah sehingga bisa terjangkit via pemakaian jarum bersama, tato dan alat tindikan yang tidak steril. Oleh karena itu, jika ingin membuat tato dan tindikan, pastikan memakai jarum baru steril yang baru saja dibuka dari kemasan.

6. HIV Rentan Kematian

Walaupun penderita HIV rentan kematian dan tak ada vaksin untuk penyakit ini, namun kualitas obat terus mengalami perkembangan positif dalam beberapa waktu terakhir. Kini ada obat yang mampu tekan pertumbuhan virus di dalam darah sehingga sistem kekebalan tubuh tetap terlindungi. Masa hidup penderita pun jauh lebih lama.

7. HIV Sama Seperti AIDS

HIV merupakan virus yang berujung pada AIDS, namun dengan pengobatan sedini mungkin efektif menekan pertumbuhan virus sehingga sistem kekebalan tubuh tidak rusak. Jika terus menjalani terapi secara rutin, maka penderita HIV tak bakal berujung pada AIDS.

8. Jika Positif HIV, Maka Usia Hidup Pendek

Penderita HIV belum tentu berusia pendek apalagi penemuan obat yang semakin lebih baik dibandingkan beberapa dekade silam. Dengan adanya jenis obat baru, pertumbuhan virus bisa lebih ditekan sehingga penderita tak masuk ke kategori HIV.