Teknoflas.com – Pemahaman kegiatan seksual di benak masyarakat masih tergolong rendah sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Padahal hubungan tubuh manusia yang melibatkan alat kelamin seringkali dijadikan ajang penularan virus penyakit berbahaya yang mengancam keselamatan jiwa.

image
5 tes kesehatan untuk yang aktif hubungan seksual

Bagi seseorang yang aktif melakukan hubungan seksual tanpa ikatan dan bergantian pasangan, maka wajib mengikuti lima tes kesehatan berikut ini!

1. Pap Smear

Tes yang memantau perubahan tak wajar di serviks yang hanya bisa dilakukan oleh petuhas medis berpengalaman. Demi hasil akurat, petugas mengambil lendir atau cairan di serviks. Adapun tujuan dari tes ini yaitu mendeteksi kemungkinan infeksi atau kanker mulut rahim (kanker serviks).

2. VDRL

Tes untuk mengecek infeksi Treponema pallidum yang diklaim sebagai penyebab utama penyakit Sifilis. Infeksi bisa diakibatkan sejumlah faktor pendorong, termasuk gangguan autoimun, penyakit kardiovaskular hingga SLE. Penderita penyakit ini sebagian besar mengintai wanita sehingga pemeriksaan harus dikonfirmasi ulang via TPHA.

3. Hepatitis C

Makin banyak korban jiwa kehilangan nyawa akibat hepatitis C yang tak hanya disebabkan hubungan seksual melainkan transfusi darah dan pemakaian jarum suntik tak steril. Tes wajib dilakukan untuk metode pengobatan dini sehingga menyelamatkan nyawa.

4. Herpes Simpleks

Infeksi virus biasanya ditandai dengan sejumlah tanda yang muncul di alat kelamin. Hingga saat ini tim medis belum menemukan terapi kesembuhan yang ampuh menekan virus herpes simpleks. Agar pasien tak kambuh lagi akibat penurunan kekebalan tubuh, maka disarankan meminum obat antivirus seperti asiklovir, valasiklovir dan famsiklovir.

5. HIV

Infeksi virus yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh sehingga penderita memasuki tahap AIDS jika tak kunjung menjalani metode pengobatan. Penularan virus tak hanya lewat hubungan seksual, melainkan pertukaran cairan dan pemakaian jarum suntik tak netral. Tes HIV kini sudah tersebar luas di seluruh rumah sakit Indonesia meski tingkat kesadaran masyarakat untuk mengikuti tes masih rendah.