Teknoflas.com – Jelang berakhirnya putaran pertama Seri A 2015/16, Inter Milan tampil menggila dengan pertahanan kokoh yang hanya kebobolan 9 gol dari 15 laga. Roberto Mancini sekali lagi membuktikan namanya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia. Ia punya banyak rahasia yang bikin Nerazzurri kembali bangkit dan membidik satu tempat ke pentas Eropa musim depan.

image
Rahasia Mancini Bangkitkan Inter Milan

Rahasia pertama Mancini dalam upaya membangkitkan kembali Inter Milan yaitu mengumpulkan komposisi pemain dengan kualitas sepadan. Dengan demikian pelatih Italia itu semakin punya banyak opsi untuk mencoba beragam taktik, mulai dari 4-3-1-2, 4-3-3 hingga 4-2-3-1.

Rahasia kedua yaitu menyatukan hati para pemain. Mancini tidak ingin memperlakukan seorang pemain secara istimewa. Inter Milan kini dikenal sebagai tim solid yang tak ketergantungan pada satu bintang saja. Tidak terlalu mengandalkan Icardi, Jovetic hingga Ljajic. Semua pemain punya peluang sama tampil di tim utama selama memenuhi kebutuhan skema formasi dan strategi.

Seperti dilansir teknoflas.com dari TMW, rahasia ketiga Mancini yaitu menyusun dua formasi paten yang siap diterapkan tergantung pada calon lawan Inter Milan. Adapun formasi pertama terdiri atas: Handanovic; D’Ambrosio, Miranda, Murillo, Telles; Felipe Melo, Medel; Ljajic, Jovetic, Biabiany; Palacio. Sedangkan formasi kedua terdiri atas: Carrizo; Santon, Ranocchia, Juan, Nagatomo; Brozovic, Gnoukouri, Kondogbia; Guarin; Perisic, Icardi.

Mancini tentu bahagia dengan gelar pencetak gol terbanyak Seri A 2014/15 yang diraih oleh Icardi, sayangnya semua itu bukan jaminan untuk meraih posisi starting line up. Icardi hanya 12 kali dari 15 laga turun sebagai starter sejak menit pertama. Ia pun hanya mengukir 1 assist dan 4 gol, jumlah yang terlalu sedikit untuk seorang top skor Inter Milan di musim lalu.

Skema formasi Mancini tidak hanya bergantung pada seseorang striker top untuk mencetak gol. Semua pemain punya kesempatan yang sama dalam urusan menjebol gawang. Kini Inter Milan hanya perlu menjaga momentum hingga akhir musim demi lolos ke Eropa sekaligus merebut gelar juara Liga Italia.