Teknoflas.com – Keputusan AC Milan merekrut kembali Kevin Prince Boateng dipertanyakan oleh sejumlah pihak, termasuk kalangan fans yang kerap mengkritisi langkah General Manager Adriano Galliani. Meskipun datang dengan status pemutusan kontrak dari Schalke 04, pemain Ghana berusia 28 tahun itu dianggap tak sesuai dengan skema formasi Sinisa Mihajlovic.

image
Boateng rekrutan tak guna bagi AC Milan?

Banyak pengamat sepakbola Italia yang menganggap perekrutan Boateng bakal tak memberi manfaat sama sekali. AC Milan era Mihajlovic kini lebih nyaman mengusung formasi 4-4-2. Sejumlah pemain mulai menunjukkan potensi dan menemukan posisi ideal. Bonaventura semakin menggila di atas lapangan, Honda mulai menunjukkan sinyal kebangkitan dan Bacca mulai menemukan kembali ketajaman.

Kevin Prince Boateng sempat menjadi pemain bintang di lapangan tengah AC Milan era Max Allegri. Waktu itu ia tampil gemilang dan turut memberi gelar bergengsi. Namanya mulai diperhitungkan seiring dengan kebiasaan Allegri yang memainkan seorang gelandang serang di belakang dua striker.

Kedatangan pemain baru dengan karakteristik seperti Boateng bakal memaksa Mihajlovic berpikir dua kali untuk menemukan posisi ideal. Tak mungkin pemain keturunan Jerman itu tampil dalam format empat gelandang sejajar, bahkan tak mungkin main sebagai striker karena lini depan AC Milan sudah dihuni sejumlah nama seperti Luiz Adriano, Niang, Balotelli dan Bacca.

Sebagaimana dilansir teknoflas.com dari laman TMW, kedatangan Boateng merupakan sinyal bagi Mihajlovic yang ingin mencoba taktik baru sebagai alteratif formasi 4-4-2. Penilaian terhadap Boateng, apakah rekrutan tak bermanfaat alias sia-sia hanya bisa dilakukan hingga akhir musim 2015/16. AC Milan mungkin saja diuntungkan dengan prekrutan gratis Boateng, apalagi mahar transfernya masih berkisar 10 juta euro.