Teknoflas.com – Pihak kepolisian tak butuh waktu lama mencari tahu siapa dalang sekaligus pelaku bom sarinah yang mengguncang Jakarta pada Kamis siang (14/1/2016). Bahrun Naim diduga kuat merupakan sutradara di balik peristiwa berdarah ini. Kini keberadaan pria berusia 32 tahun itu sama sekali tidak diketahui dan menjadi buronan yang paling dicari.

image
Foto Bahrun Naim, Dalang Bom Sarinah

Bahrun Naim tak hanya diburu petugas kepolisian akibat kegiatan terorisme, namun membawa lari seorang mahasiswi UMS Sukoharjo bernama Siti Lestari. Wanita itu merupakan anak dari Sugiran sejak Maret 2015. Pihak keluarga telah melayangkan laporan orang hilang ke Mapolres Sukoharjo tapi belum memperoleh kabar terkait keberadaan ataupun lokasi terakhir.

Sebelum hilang tanpa jejak, Siti sempat memperkenalkan Bahrun Naim sebagai calon suami pada kedua orangtuanya. Sayangnya, hubungan kedua insan ini tidak direstui karena dalang sekaligus pelaku bom sarinah tersebut sudah memiliki istri dan anak. Sejak penolakan tersebut, Sugiran dan istrinya tak pernah jumpa lagi dengan Siti yang diduga sudah pergi bareng Bahrun Naim ke Suriah.

Mapolres Sukoharjo memperoleh foto Bahrun Naim dari orangtua Siti Lestari yang datang ke kantor untuk membuat laporan orang hilang. Jika melihat foto tersebut, dalang dan pelaku bom sarinah itu tengah berada di area Car Free Day Jl Slamet Riyadi Solo. Sayangnya tidak diketahui pasti kapan foto tersebut diambil. Selain itu masih ada pula foto Bahrun Naim yang tengah membawa senjata. Jika diperhatikan lebih detil, sepertinya ia tengah berada di sebuah pameran.

image
Foto Bahrun Naim, Dalang Bom Sarinah, bersama Siti Lestari

Pada 9 Juni 2011, Naim mendekam di balik jeruji besi selama 2,5 tahun karena menyimpan ratusan butir amunisi ilegal. Usai dinyatakan bebas, ia tak kembali ke jalan benar dan gabung dengan kelompok ISIS. Nama Bahrun Naim seringkali disingguh dalam setiap pemberitaan ketika ada warga negara Indonesia yang ingin gabung sebagai anggota ISIS.

Tak hanya itu saja, Bahrun Naim juga mendukung gerakan Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso Abu Wardah yang turut menjadi kaki tangan ISIS. Dia diduga kuat sebagai penghubung MIT di Sulawesi dengan ISIS di Timur Tengah.

Menurut penuturan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian, saat ini Bahrun Naim tengah membidik kursi pimpinan ISIS di Asia Tenggara. Oleh karena itu, ia mengajak kelompoknya unjuk gigi di depan masyarakat dan pemerintah sebagai langkah pertama eksistensi. Selain dalang dan pelaku bom sarinah, Naim berhasrat mendirikan salah satu sel ISIS di Asia Tenggara yang bernama Khatibah Nusantara.